oleh

Kiara Gelar Simposium dan Festival Perempuan Nelayan Indonesia

JAKARTA, KICAUNEWS.COM– KIARA (Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan) bersama Persaudaraan Perempuan Untuk Nelayan Indonesia (PPNI) serta Seafish For Justice menggelar acara Simposium dan Festival Perempuan Nelayan yang bertajuk ‘Perempuan Nelayan Berdaulat, Mandiri dan Sejahtera’ di Cemara 6 Galeri Museum, Jalan HOS Cokroaminoto,

Menteng, Jakarta Pusat. Pada Sabtu, (9/92017) kemarin.

Di Indonesia, 2.2 juta jiwa nelayan tangkap (Data;Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2012) menggantungkan hidupnya di laut. Diantara jumlah tersebut, 95 persen merupakan nelayan tradisional dengan perahu di bawah 10 Gross Ton.

Nelayan tradisional merupakan pelaku ekonomi tradisional yang menggunakan alat tangkap yang sederhana, dan modal produksinya pun masih dalam batas yang sederhana/kecil. Dalam keterbatasan tersebut, nelayan harus masih menghadapi tantangan yang berat yaitu bencana iklim yang berdampak pada tingginya angka nelayan yang meninggal dan hilang di laut.

Pusat Data dan Informasi KIARA (Mei 2014) juga mencatat sedikitnya 56 juta orang terlibat di dalam aktivitas perikanan. Aktivitas ini mulai dari penangkapan, pengolahan, sampai dengan pemasaran hasil tangkapan. Dari jumlah itu, 70 persen atau sekitar 39 juta orang adalah perempuan nelayan. Perempuan nelayan atau istri para pekerja perikanan merupakan aktor penting yang berkontribusi dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan ekonomi keluarga nelayan ketika pekerja perikanan bekerja di atas kapal perikanan.

Pada saat bersamaan, perempuan nelayan dituntut untuk mencari pinjaman hutang untuk persiapan perbekalan suami selama bekerja di atas kapal.

Dalam keterangan tertulis,Susan Herawati Romica
Sekretaris Jenderal, menyampaikan, akan ada beberapa pembicara dalam acara ini.

Adapun para pembicara, menampilkan sesi diskusi dua kali narasumber yakni Inayah Wahid (Putri ke 4 Gusdur) akan berbicara tentang ‘Gusdur, Anak Muda dan Cita-cita Bahari’, hadir sebagai pembicara, mantang Menteri Kordinator Maritim, Rizal Ramli akan berbicara tentang Perempuan dan pengelolaan Ruang Laut, pembicara lainnya, Uminatus Saholikan (Sosok perempuan nelayan), berbicara tentang Perempuan ‘Nelayan berdaulat, Mandiri dan Sejahtera, dan terakhir Ialah, Prof Abdul Hadi (sastrawan) yang akan berbicara tentang ‘Islam dan Kesadaran Bahari, sebuah tinjaun kultural. (A Widhy )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru