oleh

Masalah Rohingnya, Ini Tiga Tuntutan HMI Komipam

TANGSEL, KICAUNEWS.COM– Rohingya adalah etno-linguistik yang berhubungan dengan bahasa bangsa Indo-Arya di Bangladesh, yang dahulunya suku rohingnya berdampingan dengan etnis lainnya. hidup tenang, rukun, aman dan damai di negara myanmar.

Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Pamulang (Komipam) Cabang Ciputat melalui ketuanya, Aditya Bayu Wardana, melihat Tragedi konflik yang hingga berakhir pembantaian dan penindasan yang bisa dilihat di berbagai media massa, perilaku yang tidak manusiawi terhadap kaum atau etnis Muslim Rohingya di Myanmar membuat dan membuka mata hati kita, membuka naluri kemanusiaan kita untuk turut merasakan kepedihan terhadap apa yang di alami saudara kita; etnis rohingnya.

“Banyak yang berpendapat bahwa konflik di myanmar ini adalah konflik dari agama, namun kami dari kader Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Pamulang Cabang Ciputat berpendapat bahwa konflik ini adalah indikasi konflik kepentingan politik dan ekonomi” papar Aditya, melalui aplikasi whatsapp pada Rabu, (6/9/2017) lalu.

Lanjut Aditya, Pemerintah myanmar menggangap warga Rohingya adalah beban ekonomi tambahan, jika mereka bersaing antara etnis budha Myanmar dan etnis rohingnya untuk mendapat pekerjaan dan kesempatan untuk berbisnis. Pekerjaan dan bisnis di negara bagian itu sebagian besar dikuasai kelompok elit Burma. Jadi bisa dibilang, rasa tidak suka warga Buddha terhadap Rohinya bukan saja masalah agama, melainkan didorong masalah politik dan ekonomi.

Parahnya Pemerintahan Myanmar makin memperkeruh situasi kondisi negara Myanmar itu sendiri. Bukan menyelesaikan permasalahan dengan diplomasi baik-baik dan dengan kepala dingin tapi malah melakukan tindakan tidak manusiawi sama sekali yang malah menjadi kejahatan genosida, dengan mengerahkan alat negaranya untuk membantai tanpa ampun etnis rohingnya dan makin aneh nya lagi ada salah satu tokoh myanmar mendapatkan penghargaan nobel perdamaian dunia yaitu Aung San Suu Kyi, tidak mengambil sikap apapun terhadap krisis di rohingnya, malah membiarkan saja seakan akan menutup mata dan telinga pura pura tidak tau” Papar Aditya

Baca juga :  KOHATI, Tuti Tursilawati dan Harga Diri Perempuan

Maka dari itu kami Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Pamulang Cabang Ciputat menuntut keDubes Myanmar sebagai jembatan aspirasi kami.

3 tuntutan Hmi Komisariat Pamulang cabang ciputat; pertama, mendesak kedutaan besar Myanmar dan pemerintah indonesia untuk ambil sikap mendesak pemerintah myanmar untuk menghentikan untuk menghentikan kasus genosida rohingnya secepatnya, kedua, Mencabut gelar nobel perdamaian yang didapat Aung San Suu Kyi tokoh Myanmar yang terkesan gagal menjaga perdamaian di negara Myanmar, terakhir, ketiga, mendorong pemerintah indonesia mengeluarkan negara myanmar dari organisasi asean apabila kejahatan genosida terhadap etnis rohingnya terus terusan berlanjut tanpa henti. Tutup Aditya. (Fahmi/Bal)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru