oleh

DPP KNPI Serukan Aksi Kecam Kebiadaban Junta Militer Myanmar

JAKARTA, KICAUNEWS.COM– Nampak dari kasat mata melalui berbagai informasi baik media cetak, elektronik juga jejaring sosial media akan kekejaman Junta Militer Myanmar terhadap Warga Muslim Rohingya.

Anak anak dibunuh, para remaja dibakar hidup hidup, wanita diperkosa, Ibu Hamil dibelah
Perutnya dan bayinya dicincang. Rumah tempat tinggal mereka dibakar dengan Orang orangnya serta Ribuan orang diusir dari kampung halamannya..

Kebiadaban ini telah membuka mata dunia untuk harus bersikap. bukan karena agama atau asal muasalnya yang kita bela. Tapi soal sikap kemanusian tehadap derita mereka. Pilu dan duka mereka, adalah Duka kita bersama.

Genosida adalah sebuah pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap suatu suku, bangsa atau kelompok dengan maksud memusnahkan (membuat punah) bangsa tersebut. Kata ini pertama kali digunakan oleh seorang ahli hukum Polandia, Raphel Lenkin
pada tahun ’94 dalam bukunya Axis Rule Occupatied yang diterbitkan di USA Kata ini diambil dari bahasa Yunani γένος genos (‘ras’, ‘bangsa’ atau ‘rakyat’) dan bahasa latin caedere (‘pembunuhan’).

Genosida merupakan satu dari empat pelanggaran HAM berat yang berada dalam yurisdiksi International Criminal Court. Pelanggaran HAM berat lainnya ialah kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan kejahatan Agresi.

Menurut Statuta Roma dan Undang-Undang no. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan Ham, genosida ialah Perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, kelompok agama dengan cara membunuh anggota kelompok; mengakibatkan penderitaan fisik atau
mental yang berat terhadap anggota kelompok; menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang menciptakan kemusnahan secara fisik sebagian atau seluruhnya; melakukan tindakan mencegah kelahiran dalam kelompok; memindahkan secara paksa anak-anak dalam kelompok ke kelompok lain.

Oleh karenanya Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Mengajak seluruh elemen Pemuda dan Pimpinan OKP untuk melakukan Aksi Keprihatinan terhadap Rohingya di Depan Dubes Myanmar, pada Rabu, 6 September 2017 Jam 14.00 Wib, di Tugu Proklamasi sebagai titik kumpulnya.

Baca juga :  Apakah KASN Perlu Dibubarkan ?

“Demikian Undangan Aksi ini kami sampaikan. Semoga menjadi Perhatian smuanya terhadap masalah global ini.” Tutup Fahd El Fouz Arafiq selaku Ketua Umum DPP KNPI dalam undangan via aplikasi Whatsapp. (A Widhy)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru