oleh

Dari Aksi Solidaritas Untuk Rohingya Hari Ini

JAKARTA, KICAUNEWS.COM– Hari ini Rabu,15 Dzulhijjah 1438 H bertepatan tanggal 06 September 2017 Masehi, Bang Dailami sapaan Prof H Dailami Firdaus ( Senator DKI) hadir di Aksi Solidaritas untuk saudara-saudara kita yang berada di Rakhine State Myanmar.

Perkembangan kondisi yang terjadi di Rakhine dalam dua pekan ini mendominasi seluruh pemberitaan media baik nasional maupun internasional, ini jelas sangat mengusik rasa kemanusiaan kita semua.

Terjadinya kekerasan, penyiksaan dan pembunuhan massal jelas tidak bisa ditolerir lagi, walau dengan alasan apapun. Kita sama-sama melihat bahwa seluruh korbannya adalah warga sipil dan anak-anak, terutama penduduk muslim Rohingya. Kita tidak boleh membiarkan keadaan ini terus terjadi, pembersihan etnis dan genosida.

Atas nama Kemanusiaan dan sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945, bahwasannya “sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”

“Saya mendesak agar pemerintah segera melakukan langkah konkrit, dengan menempuh jalur diplomatik yang proaktif dan konstruktif dan selalu menyuarakan di Organisasi-organisasi Internasional, ASEAN, OKI, PBB dan Organisasi Internasional lainnya untuk dapat membahas langkah penyelesaian permasalahan di Rakhine State” Ujar Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta.

Tidak lupa saya menghimbau dan mengajak, lanjut Dailami, kepada seluruh masyarakat Indonesia agar bersama-sama berdoa agar saudara-saudara kita di Rakhine State diberi kekuatan, ketabahan dan segera dilepaskan dari segala peristiwa ini.

“Saya juga menghimbau agar kita membantu kebutuhan-kebutuhan saudara-saudara kita di Rohingya melalui lembaga-lembaga yang resmi tentunya dan dapat dipertanggung jawabkan” Tutup Bang Dailami sapaan akrab Prof.Dr.H.Dailami Firdaus Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta. (A Widhy)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru