oleh

KOPMA GPII Dan PP GPII Gelar Aksi KEPUNG DUBES MYANMAR

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — (05/09)Memperhatikan berita di media yang akhir akhir ini seputar rohingya dapat menguji persaudaraan keislaman kita.

Untuk itu kader Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (KOPMA GPII) Sejabodetabek, yang terdiri dari mahasiswa dan pemuda lakukan aksi nya pada Hari Selasa, 05 September 2017.
Di Kedubes Myanmar, Jln KH Agus Salim Menteng.
Aksi di mulai pukul : 10.00 WIB – Selesai.

Titik kumpul : Markas GPII, Jalan Menteng Raya 58 Jakarta Pusat.

Seorang mukmin yang satu dengan mukmin lainnya adalah bagaikan sebuah tubuh yang apabila satu sakit yang lain juga merasakan”.begitulah kata hadist Nabi Muhammad SAW

Dengan Korlap Aksi bung Zikrillah
Dan juga mengetahui
Ketua Kopma GPII
Bung Zulfikar atau biasa di sapa Mat Peci.

Aksi Militer Myanmar yang dengan sengaja melakukan genosida kepada muslim Rohingya yang di dukung milisi dan pendeta Budha sudah sangat keterlaluan dan menginjak-injak nilai humaniora yang di yakini semua ummat manusia di dunia intenasional”, kata Guntur Setiawan,SH selaku Bendahara Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII).

Sedangkan menurut Mat Peci panggilan akrab Zulfikar, tindakan Militer Myanmar ini di dukung oleh penguasa dari partai penguasa Aung San Suu Kyi dengan sikap diamnya atas pembantaian Muslim Rohingya selama ini.

“Sungguh biadab, seorang penerima nobel perdamaian internasional karena perjuangan atas nama kemanusiaan  jadi diam seribu bahasa ketika kekerasan dan pembunuhan terjadi justru saat Suu Kyi memegang kekuasaan di negaranya sendiri”, tegas Mat Peci.

Sejak kejadian terakhir Militer Myanmar menyerbu desa-desa di provinsi Rakhine akhir Agustus lalu, kami (Kopma GPII) sudah berkoordinasi dengan seluruh anggota pasukan kami di seluruh Indonesia, mulai hari Senen pekan depan mereka mulai bergerak ke Jakarta.

Baca juga :  Razia Miras Wilayah PakisJaya

“Kami akan duduki Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta jika sampai pekan depan mereka belum juga menutup seluruh aktifitas kantornya. Kita tak boleh mentolerir negara teror seperti ini hidup di negara Pancasila ini”, seru Mat Peci.

“Presiden Jokowi sebagai Pemimpin ASEAN saat ini juga harus berani mengambil sikap tegas bersama negara-negara ASEAN lainnya. Segera ambil langkah-langkah darurat dalam tempo sesingkat-singkatnya untuk memhentikan teror Myanmar kepada rakyatnya sendiri Muslim Rohingya”, pungkas pria asal Betawi ini.

Seperti di ketahui, Hampir 400 orang tewas dalam pertempuran di Myanmar barat laut selama sepekan dimana Militer menyerbu desa-desa di provinsi Rakhine, kata data resmi terkini, menjadikan kekerasan paling mematikan terhadap Rohingya di negara tersebut dalam beberapa dasawarsa belakangan.

( A Widhy )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru