oleh

Jangan Salah Dalam Berpasangan…. !

PENDAPAT, KICAUNEWS.COM – Tuhan menciptakan makhluk hidup di dunia ini berpasangan. Tak perlu kita ambil pusing tentang bukti dari perkataan di atas. Karna setiap hari kita sudah di suguhkan oleh fakta-fakta tentang berpasangan. Ambil contoh saja perempuan dan laki-laki.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata perempuan memiliki arti orang (manusia) yang memiliki puki, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan dapat menyusui.

Sementara kata laki-kali memiliki arti orang (manusia) yang memiliki zakar, kalau dewasa mempunyai jakun, dan adakalanya berkumis. (KBBI- Red). Perempuan dan laki-laki walaupun memiliki arti yang berbeda (maupun dari segi fisik ataupun biologis) tetapi itu adalah fakta kalau perempuan berpasangan dengan laki-laki, begitupun sebaliknya.. !

Lalu jika ada perempuan berpasangan dengan perempuan, atau sebaliknya laki-laki berpasangan dengan laki-laki itu bagaimana? Itu menandakan kalau beberapa orang telah menodai kata suci dari berpasangan di atas!

Berpasangan memiliki dasar kata dari Pasangan yang di gandeng dengan kata depan Ber- dan kata belakangan. Pasangan menurut KBBI merupakan dua orang, laki-laki perempuan, atau dua binatang, jantan betina.

Dari arti KBBI saja sudah jelas bahwa pasangan itu laki-laki dengan perempuan. Bukan perempuan dengan perempuan, atau sebaliknya.. !

Menyikapi hal berpasangan di zaman modern ini sudah banyaknya penyalah gunaan kata dasar dari pasangan itu sendiri. Banyaknya penyakit fisik atau yang lebih sering kita dengar penyakit sosial yang itu diperuntukan untuk orang-orang yang menyalah gunakan arti kata pasangan. Seperti para lesbian.

Lesbian adalah wanita yang mencintai atau merasakan rangsangan seksual sesama jenisnya. Sehingga bisa saya katakan penyakit ini seharusnya lebih tepatnya dikatakan penyakit seksual jika dilihat dari arti yang berada di KBBI.

Baca juga :  Menteri PPPA Yohana Yimbise Meninjau Terminal Bus Pulo Gadung Dalam Rangka Mudik Lebaran Pelayanan Kepada Perempuan dan Anak-Anak

Lesbian merupakan penyakit yang menular dan dapat terjadi kepada perempuan mana saja.. ! Bagaimana cara menghentikan kaum lesbian..?.

Saya sendiri pun belum memiliki cara ampun untuk memusnahkan itu, namun ada banyak tips untuk mencegah agar perempuan-perempuan tidak terkena penyakit seksual ini.

Salah satunya adalah beriman kepada Tuhan yang Maha Esa dan menyadari arti sesungguhnya berpasangan, serta menempatkan cinta dan kasih sayang seksual perempuan hanya kepada laki-laki bukan perempuan (yang pasti sudah mukhrimnya).

Di zaman modern ini sudah banyak yang salah dalam berpasangan. Sudah maraknya serta sudah viral di beberapa negara perkawinan sesama jenis.

Hal ini menandakan bahwa sudah banyaknya penyakit seksual menular ini bahkan sampai ketingkat akut. Hal ini perlu di waspadai. Ya seperti kata bang napi… waspadalah, waspadalah.. !!!

Siti Rahmah
Penulis Adalah Pengurus Kohati HMI Cabang Ciputat Periode 2016-2017.

Foto Ilustrasi.
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru