oleh

Aktivis Perempuan: Kader HMI Yang Melakukan Pelecehan Seksual Harus Dipecat ?

PENDAPAT, KICAUNEWS.COM – Diera globalisasi ini, segala macam bentuk kejadian, dan perkara yang dilakukan oleh seseorang maupun oleh kelompok, akan menjadi berita dan menjadi buah bibir orang banyak.

Dengan masuknya zaman teknologi informasi, media menjadi alat komunikasi paling canggig bahkan menjadi alat tak bertuhan. Media bisa menyebarkan segala sesuati yang di dengar, dan dilihat, tanpa menyeleksi kebenaran suatu kejadian tersebut.

Bahkan saat ini juga, media menjadi pegangan orang-orang awam yang hendak mencari tahu sebuah berita, selain itu, mereka juga menyakini berita yang terdapat dalam media tersebut merupakan suatu kebenaran yang haqiqi.

Isu pelecehan seksual di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, beberapa hari lalu, sempat buming, dan menjadi perbincangan orang banyak, tetutama dikalangan mahasiswa. Namun demikian, isu tersebut tidaklah utuh, sebab penelaahan dan pencermatan kebenarannya masihlah kurang.

Dengan hanya melihat Hastag dan Tag line berita saja, tidak sedikit orang khususnya mahasiswa yang menyakini mengenai isu yang muncul tersebut. Bahkan pembaca memilki kesimpulan yang sangat dekat dengan kata “Benar”.

Kasus pelecehan seksual, yang dilakukan oleh seorang mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, berinisial (AS) kepada seorang mahasiswi baru, inisial (YCA) adalah kejadian yang harus dilihat dari dua sudut pandang.

Sebagai pembaca yang baik, seharusnya kita tidak menutup mata, bahwa inisal (YCA) sebagaimana diterangkan dalam berita yang tersebar di sosial media, merupakan korban bisa menjadi seorang tersangka. (YCA) merasa dilecehkan oleh (AS) karena melakukan hak yang tidak senonoh, dan tidak menyenangkan, bahkan dianggap melecehkan perempuan.

Dari sudut pandang yang lain, inisial (AS) yang merupakan tersangka, juga bisa dianggap, apa yang dilakukan olehnya, adalah hal yang wajar. Sebab (AS) belum mengetahui, bagaimana sebenarnya suatu perbuatan, bisa dikatakan sebagai pelecehan seksual.

Baca juga :  Cek Protokol Kesehatan Cegah Covid-19 Oleh Polsek Pedes

Isu pelecehan seksual, memang sempat buming, namun tidak demikian, isu ini juga menjadi bola panas dan mengarah pada upaya menjatuhkan salah satu organisasi, sebab isu pelecehan seksual ini, dikaitkan dengan organisasi ekstra yang memang diikuti oleh tersangka (AS).

Organisasi ekstra kampus dalam hal ini, sebut saja Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Saya merasa dan saya juga menilai, hal seperti ini tidak bisa disangkut pautkan dengan organisasi, tempat dimana pelaku berproses menempa diri.

Sebab meski pelaku menepa diri di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), namun apa yang dilakukan oleh tersangka, adalah mutlak tindakan personal secara sadar, dan tanpa dipengaruhi oleh siapa pun dan dari siapa pun.

Kenapa demikian?, sekelas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang notabenenya organisasi besar, adalah organisasi yang mengajarkan anggotanya untuk menjadi seorang intelektual yang berkualitas Insan Cita (Pencipta, Pengabdi, Bernafaskan Islam, dan Bertanggung Jawab Atas Terwujudnya Masyarakat Adil Makmur, yang diridhoi Allah), ini sesuai dengan tujuan organisasi itu sendiri.

Bagi saya pribadi, jika ada seorang kader organisasi, terutama ada kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang melakukan hal atau perbuatan yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh HMI, maka sejatunya kader tersebut, dikeluarkan, harus di keluarkan dari HMI.

Sebab, bagaimana pun, HMI dalam hal ini memiliki integritas yang tinggi, sehingga apabila sudah tidak sesuai dengan apa yang diajarkan, maka perlu ditanggula gi dengan sikap yang benar. Inisial (AS) yang saat ini tersangka melakukan pelecehan seksual, telah mencemarkan nama baik HMI.

Meskipun (AS) merasa, hal yang dilakukan olehnya, adalah perbuatan yang wajar, namun apabila dibiarkan nantinya, kewajaran tersebut, menjadi sebuah kebiasaan dan akan menambah korban-korban lain dikemudian hari.

Baca juga :  Polsek Sidamulih Gelar Operasi Yustisi Untuk Selalu Patuhi Prokes Menggunakan Masker 

Dalam hal ini, saya sedikit bercerita, secara pribadi saya merasa kecewa dengan kader-kader besar yang membawa nama besar organisasi Islam, ke dalam perbuatan yang sangat jauh dari ajaran-ajaran Islam.

Tanpa maksud membuat suatu kejadian dalam kejadian, saya pun pernah merasa dilecehkan dengan seorang mahasiswa, sama kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga, berinisial (FM).

Usut punya usut ternyata, jauh sebelum saya dilecehkan, perempuan-perempuan disekelilingnya tanpa diketahui khalayak banyak, karena perempuan-perempuan tersebut, malu untuk bersuara. Mereka merasa tidak mempunyai kekuatan untuk bisa menyuarakan dan membuat siapa pun pelaku pelecehan seksual menjadi jera.

Besar harapan saya, manusia-manusia biadab yang tidak bermoral, misalnya dalam sedikit curahan senja saya, seperti AS dan FM harus segera dicabut keanggotaannya, sebagai kader HMI. Hal ini penting dilakukan agar HMI mempunyai integritas tinggi, dan nilai suci perjuangan HMI.

SENJA
Penulis Adalah, Aktivis Perempuan Ciputat

Foto Ilustrasi.
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru