oleh

Soal “Korupsi” Pajak, PEMA Dukung Kejari Libatkan Kadispenda Batubara

BATUBARA, KICAUNEWS.COM–Pengurus Perhimpunan Mahasiswa (PEMA) Batubara mendukung keseriusan Kejaksaan Negeri (Kejari) Batubara terkait dalam status penyidikan kasus dugaan korupsi pajak galian C Tahun 2015 dan 2016 di Dinas Pendapatan setempat.

Kasus tersebut ditingkatkan mulai dari Status penyelidikan ketahap status penyidikan dengan beberapa bukti berkas dokumen, sembilan orang keterangan saksi pegawai dan perusahaan, yang mana hasil pajak galian C tersebut diduga digelapkan.

PEMA, sebelumnya telah melaporkan adanya dugaan pengelapan tagihan pajak galian C terkait dengan dalam kronologi kasus pertambangan pasir Kwarsa di salah desa di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara yang dinahkodai Cv Daniel, PT Bumi yang diduga pembayaran pajak Galian tersebut diselewengkan oleh oknum pejabat Dinas setempat

Dengan ditingkatkanya status pemeriksaan dugaan Korupsi tersebut, Ketua Perhimpunan Mahasiswa(PEMA) Batu Bara, Tuah Aulia Fuadi berharap agat Kejari lebih serius untuk menyidiki kasus itu. Terlebih, ia menilai adanya indikasi keterlibatan Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda), dalam dugaan korupsi dan pengelapan penagihan Pajak Galian C tersebut.

“Kami berharap pihak kejaksaan Batu Bara lebih serius melakukan penyidikan terkait kuatnya dugaan keterlibatan Zulkifli Lubis selaku Kepala Dinas Pendapatan setempat terkait telah terselewengkanya PAD dengan mengelapkan penagihan (self assesment).

Tuah juga menambahkan, setidaknya ada puluhan titik pendataan Dispenda dalam penaanganan pajak Galian C yang diduga melibatkan oknum kepala Bidang Pendataan, Oknum Kepala Penagihan dan Oknum Kepala Dinas Pendapatan. Hal itu telah dilaporkan Pema di Kejaksaan Negeri Batubara tertanggal 28 Maret 2017 yang saat ini dalam status Penyidikan.

“Kadis beserta Kabid Pendataan, Penagihan dan seluruh jajaran terkait diduga melakukan perbuatan yang dapat mengelapkan penagihan pajak. Hal ini dapat memberikan dampak buruk bagi Pendapatan Asli daerah yang merugikan Keuangan Negara.

Baca juga :  Diduga Korupsi Dana Pramuka, IMM Sumut Desak Kejatisu Periksa Mantan Bupati Tapteng

Tuah juga mendesak, agar Bupati Batubara, segera copot jabatan Zulkifli yang dianggap tidak mampu menjalankan fungsi dan tugasnya. karna maraknya dugaan praktik tindak pidana korupsi pajak Galian C di daerah yang sedang dipimpinnya saat ini.

“Kami Berharap, Ok Arya Zulkarnain mampu untuk mengambil sikap tegas dan mengevaluasi jabatan Zulkifli dan mutasikan jabatan Kabid Penagihan dan beserta kabid Pendataan pajak dinas terekait yang patut diduga tak menjalankan fungsi” cetusnya.

Hal yang sama juga diapresiasi Tuah Aulia Fuadi. Keseriusan Kejari, menurutnya, amat dinanti-nantikankan, terkhusus dalam upaya pengusutan dugaan Korupsi di dinas Pendapatan (Dispenda/red).

“Kami berharap Kejari Batubara mampu mewakili penegakkan hukum dalam pemberantasan korupsi, besar harapan agar pihak kejaksaan secara transparan dapat membuka kran informasi kepada media. Hal itu dikarenakan, pengawasan masyarakat didapatkan dari informasi yang diberitakan media, kata Tuah.

Dirinya optimis kasus ini dapat terungkap, lantaran kinerja Kejari selama dipimpin Eko adhyaksono ,citra kejaksaan semakin membaik, cetus Ketua Pema

Eko Adhyaksono, ketika dikonfirmasi mengatakan, ditingkatkan status penyidikan ini lantaran telah ditemukannya alat bukti yang cukup. Berupa berkas/dokumen, keterangan saksi dan indikasi kerugian negara.

“pajak galian C yang seharusnya disetorkan ke PAD disalahgunakan, Sementara untuk kerugian kita belum ungkap, tapi dalam waktu dekat kami akan panggil Kepala Dinas Pendapatan (Zulkifli Lubis/red),” katanya.(*)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru