oleh

Jangan Rusak Intelektual, Hanya Karna Provokasi… !

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Maraknya pesan beruntun tentang pelecehan seksual, yang dilakukan salah seorang senior pria terhadap mahasiswa baru perempuan, sempat menggoyahkan kampus Islam, bernama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain menjadi perbincangan hangat mahasiswa, akibat pesan beruntun tersebut, sempat menjadi sorotan, bahkan mengarah pada upaya saling menjatuhkan, antar organisasi ektra kampus.

Usut punya usut, ternyata pelaku yang melakukan aksi pelecehan seksual tersebut, adalah salah satu senior pria, yang merupakan anggota dari salah satu organisasi ekstra, bahkan pelaku memang sebelum kena kasus ini, namanya sudah tidak asing lagi ditelinga mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jika meihat tindakan pelecehan seksual ini, seharusnya yang kita usut adalah pelakunya, bukan organisasinya. Sebab menurut penulis, saya menganggap bahwa organisasi itu tidak salah.

Karena bagaimana pun, organisasi merupakan sekelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. ! Nah setiap organisasi menurut saya, mereka memiliki tujuan yang baik. Jika tidak baik, maka bukan organisasinya yang buruk, namun pelaku organisasinya (Pelaku).

Isu pelecehan seksual, jika kita melihat, maka persoalan ini, sudah membawa seksual brarti membawa perihal individu bukan perihal organisasi. ! Jika ada yang menganggap oknum pelecehan seksual (pelaku) berbuat seperti itu, karna ia adalah kader salah satu organisasi dan yang di jelekan adalah organisasinya, maka bagi saya, orang yang menjelekan organisasi tersebut, bukanlah kaum intelektual.

Apalagi sampai menghakimi organisasi, itu jelas adalah perbuatan yang keliru. Konstalasi politik dan kaderisasi di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, setiap tahunnya memang selalu bergejolak, hampir setiap tahunnya, organisasi ekstra mencari masa dengan menjatuhkan dan mencari kesempatan dalam kesempitan.

Dengan adanya kasus ini (Pelecehan Seksual) seharusnya di sebut sebagai oknum pelecehan adalah kaum mereka yang menghakimi dan menjatuhkan salah satu organisasi, demi mencapai tujuan dengan cara picik, munafik, serta kotor. !

Baca juga :  Job Fair di Tangsel Rawan Kejahatan, Pengunjung Kena Copet

Saya sebagai orang awam yakin, bahwa disetiap organisasi, ada saja orang-orang seperti senior pria yang di atas kita bahas tadi. ! Saya pun yakin di salah satu organisasi yang menjatuhkan organisasi pelaku pelecehan seksual juga ada orang-orang seperti itu bahkan lebih ganas dari sang pelaku.

Saya sebagai mahasiswa serta orang awam yang kaget akan berita tersebut langsung mencari tahu pasti, tentang kejadian yang sebenarnya, dan ternyata tidak selebai yang diberitakan.

Sehingga membuat saya muak akan semuanya.! Membuat saya geram sebagai orang awan. ! Membuat saya malu juga sebagai mahasiswa karna masih saja ada upaya mempolitisir permasalah ini.

Saya sebagai orang awam yang menganggap semua organisasi itu baik, ingin mengatakan bahwa pelecehan seksual ini kan terjadi, di luar dari acara-acara organisasi ekstra kampus. Bahkan dapat dikatakan ini adalah acara pribadi sang pelaku dan korban.

Bahkan jauh juga dari acara PBAK, karna dari berita yang saya dengar aja itu kejadiannya di dalam kostan sang korban, berarti bukan dalam acara-acara formal salah satu organisasi intra atau ekstra kampus.

Mahasiswa itu harus pintar dalam bergaul dan berkomunikasi, jangan melebih-lebihkan kejadian yang sesungguhnya. Pesan saya (orang awam) buat mahasiswa baru pintar-pintarlah memilah dan memilih berita yang ada.

Jangan termakan provokasi serta politik yang menjatuhkan salah satu organisasi dengan cara yang tidak sehat. Jadilah mahasiswa pintar yang berkualitas. (Redaksi kicaunewscom).

Penulis Adalah Inisial SR.
Orang Awam.

Foto Ilustrasi Pelecehan Seksual.
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru