oleh

Dewan Mahasiswa UIN SGD Tuding, PBAK Bermasalah

BANDUNG, KICAUNEWS.COM – Ketua Dewan Mahasiswa Fakultas UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Abdul Hamid menilai, kegiatan Penengalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang digelar birokrat kampus cacat dan terindikasi melemahkan serta mengkerdilkan hak dan kreatifitas mahasiswa.

Pasalnya, dalam kegiatan tersebut, selain tidak jelasnya sistem dan mekanisme kerjanya, pada kegiatan PBAK tersebut juga, sistem tata kelola keuangan dan administrasi tidak transparan.

Berdasarkan analisis yang kami lakukan, dengan berbagai macam kajian yang cukup mendalam, memang terdapar beberapa fakta buruk.

Demikian hal ini dikatakan, Ketua Dewan Mahasiswa Fakultas Dakwan dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Abdul Hamid, dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana diterima Redaksi Group Kicau, Selasa (29/08).

Berdasarkan Surat Edaran No. 3032.A/D1.I/PP.00.9/07/2016, untuk Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Koordinator Kopertais Wilayah I sampai dengan XIII, tentang PBAK. Diketahui, PBAK sebelumnya bernama Orientasi Pengenalan Akademik Kampus (Opak).

“PBAK ini merupakan nama baru pengganti Opak. Namun, hampir semua mahasiswa/mahasiswi tidak mengetahui. Jangankan mahasiswa/mahasiswi, seluruh Organisasi Intera di tingkat Fakultas pun tidak mengetahui.” kata Abdul Hamid, dalam keterangan tertulisnya.

Dalam menyikapi hal tersebut, sebelumnya Dewan Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, beberapa hari lalu, sempat menemui Wakil Rektor III, namun saat ditemui, Warek III tersebut tidak menanggapi, dan hanya di wakili oleh Sekertaris Pribadinya.

“Kita hanya ingin bertemu dengan pak Warek III. Kita ingin sampaikan point-point penting ini langsung dengan pak Warek III, tapi kita hanya ketemu sekertaris pribadinya saja pak cucu,” kata Abdul Hamid.

Dalam pertemuan dengan sekertaris pribadinya tersebut, kata Abdul Hamid menambahkan, Sekprin Warek III belum bisa dan tidak bisa memastikan kapan waktu mahasiswa untuk bisa bertemu dengan Warek III.

Baca juga :  Kapolri Diwakili Kabid Humas Polda Jabar  Menerima Anugrah Gatra Tahun  2019

“Bapak sebagai Sekpri beliau, mampu tidak untuk memastikan kita bertemu dengan beliau, saya tegaskan. Pada akhirnya, beliau menelpon pak Warek dan memberikan janji, besok jam 9, pak Warek III ada di ruangan.” tambah Abdul Hamid.

Selain itu, Abdul Hamid juga menegaskan, “Apabila usul di tolak tanpa di timbang, suara di bungkam, kritik di larang tanpa alasan, di tuduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata, Lawan.” tegas Abdul Hamid dalam keterangan tertulisnya. (Editor Redaksi).

Foto Ilustrasi
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru