oleh

Terjaring razia OYK di Tangsel, Radisompret Bawa Copy KTP, Didenda Rp50 Ribu

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Seorang pengendara sepeda motor mengaku bernama Radisompret asal Depok, hanya bisa memperlihat Poto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ia bawa dalam kegiatan operasi yustisi kependudukan yang dilaksanakan tim petugas gabungan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Mereka (red. petugas) ini cuma myari duit. Kasus korupsi e-KTP aja belum tuntas, rakyat kecil jadi korban” celetuk Radi Sompret Rabu (23/08), kepada wartawan usai mengikuti sidang ditempat yang dilaksanakan Disdukcapil, Kota Tangsel dikawasan CBD Sektor 7 Bintaro, Pondok Aren.

Kekesalan dan kemarahan Radisomptret karena saat dirinya mengendarai sepeda motor dan melintas langsung ikut diberhentikan bersama ratusan pengendara sepeda motor lain yang melintas oleh tim gabungan Disdukcapil dan Satpol PP Kota Tangsel.

Setelah diberhentikan, pria yang mengaku pedagang jangkrik untuk makanan burung diminta memperlihatkan identitas dirinya. Sambil menanyakan kesalahan dan maksud tujuan apa dirinya diberhentikan petugas tersebut.

“Hampir satu tahun lebih, saya mengurus KTP, tapi sampai saat ini belum juga jadi, alasannya blangko KTP belum ada, tetap aja disidang dan harus bayar, “ujarnya, sambil memperlihat poto copy KTP. Sedangkan surat keterangan sebagai penggantinya tidak dibawa.

Ini tak adil apalagi saya didenda dan harus bayar setelah disidang ditempat itu, tuturnya yang mengaku dirinya juga tahu aturan hukum. “Dari pada lama-lama saya bayar Rp 50 ribu,” tuturnya sambil nyeletuk ini hanya cari duit saja.

Kepala Bidang Catatan Sipil di Disdukcapil Kota Tangsel, Heru Sudarmanto didampingi sekretrais Disdukcapil setempat Oom Komalasari mengatakan, target dalam operasi ini adalah para pengguna jalan yang tidak memiliki KTP.

Operasi kependudukan dan Yustisi ini bertujuan agar masyarakat Tangeranh selatan maupun pendatang untuk tertib Administrasi. “Jika tidak membawa KTP di Tangerang Selatan melanggar Perda No 9 tahun 2011 tentang Kependudukan.” katanya.

Baca juga :  Walikota Tangsel Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

“Dalam operasi kependudukan ini bagi warga yang tidak bisa menunjukan KTP-nya langsung dilakukan sidang langsung oleh Hakim dari Pengadilan Negeri Tangerang dan Jaksa dari Kejaksaan Negeri Tigaraksa, “kata Heru kepada awak media.

Heru menjelaskan, kegiatan ini rutin dilakukan untuk memberikan kesadaran ke warga atau masyarakat pentingnya identitas dirinya seperti KTP saat berpergian atau keluar rumah.

Pelanggar tersebut dikenakan denda sesuai Perda Nomor 9 tahun 2011 yaitu sebesar 50 ribu rupiah bagi WNI dan WNA sebesar 100 ribu rupiah

“Operasi kali ini, Jumlah warga yang terjaring sebanyak 88 orang dan yang dilakukan Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) sebanyak 84 orang karena tidak membawa identitas ataupun masa berlaku identitasnya sudah habis, “ujarnya

Sementara itu, sejumlah warga Kota Tangsel yang melintas dan melihat kegiatan operasi yustisi, menilai kegiatan tersebut seharusnya dilakukan di lingkungan perumahan atau sejumlah rumah kontrakan maupun kos-kosan untuk mencegah adanya pendatang baru maupun warga yang tak memiliki identitas yang jelas.

“Kalau di jalan seperti itu kasihan mereka yang memiliki KTP tapi ketinggalan di rumah,” tuturnya. (Rilis).

Dokumen Kicaunews.com
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru