oleh

Tak Ingin Ada Gerakan Liar, PBAK Fakultas Adab UIN Jakarta Buka Sesi Diskusi

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Pengenalan Budaya Akademik dan Kampus (PBAK) Fakultas Adab dan Humaniora Tahun Ajaran 2017-2018, menampilkan sesi diskusi tentang keislaman dan keindonesiaan.

Acara diskusi ini, merupakan salah satu rangkaian acara PBAK yang dirangkai oleh Dewan Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam rangka mengasah intelektual.

Dengan dihadiri oleg pembicara yang handal, salah satu peneliti sekaligus dosen UIN Syarif Hidayatulla Jakarta, Dr. Halid M.ag, acara diskusi ini berlangsung tertib dan khidmat.

Ketua Pelaksana PBAK, Faisal, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/08) sebagaimana diterima redaksi mengatakan pemahaman keislaman dan keindonesiaan perlu disampaikan, terutama pada momen seperti sekarang (PBAK).

“Dengan diberikannya pemahaman keislaman dan keindonesiaan ini, maka mahasiswa bisa terhindar dari paham radikalisme, fundamentalisme bahkan terorisme.” kata Faisal.

Diketahui, dalam acara PBAK Fakultas Adab dan Humaniora ini, sebanyak 619 mahasiswa baru hadir. Lebih jauh, Faisal mengungkapkan, dalam menanamkan paham Islam Indonesia yang toleran, inklusif dan damai serta menangkal paham gerakan liar, mahasiswa sudah selayaknya mengenal beragam ideologi.

“Mahasiswa baru sudah selayaknya mengenal tentang ideologi dari organisasi yang mewarnai dinamika keislaman indonesia.” ungkap Faisal.

“Keberagaman yang dimiliki indonesia harus dijadikan pijakan dan cara pandang mahasiswa baru dalam menjajaki keilmuan dan pergerakan islam di indonesia,” kata Faisal.

Hal senada, Ketua Divisi Pengenalan Budaya Akademik dan Kampus, Erwin Solehuddin, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/08) sebagaimana diterima redaksi KICAUNEWS.com mengatakan.

Acara diskusi ini, sengaja kami rangkai, dan kami cantumkan dalam PBAK, sebab acara diskusi ini sangat sesuai dengan kebutuhan mahasiswa pada generasi minlenial.

“Generasi milenial dirasa perlu memahami ajaran islam secara utuh, tanpa mengesampingkan nilai-nilai kultural yang kita miliki, karena hal itu merupakan khazanah peradaban yang harus dirawat serta ditanamkan kepada generasi bangsa,” kata Erwin.

Baca juga :  Jaksa Rohil Tuntut Ringan Lima Terdakwa Hanya 9 Bulan, Ini Kasusnya..!

Haji Merah/kicaunewscom

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru