oleh

Pernah Kena Kasus, Syahrial Oesman Masuk Bursa Pilkada Sumsel, Pengamat: Jadi Beban Berat Kalau Korupsi

SUMSEL, KICAUNEWS.COM – Perhelatan Pilkada Serentak 2018 di Sumatera Selatan, telah memasuki masa seleksi bakal calon. Beberapa Partai Politik, Kamis (24/08) telah memberikan kesempatan kepada para bakal calon untuk melakukan sosialisasi dan kampanye.

Sosialisasi dan kampanye ini, selain untuk meningkatkan popularitas calon, juga sebagai upaya untuk meningkatkan elektabilitas calon. Namun tidak demikian dengan beberapa nama calon yang pernah terjerat kasus hukum, juga dipersilahkan melalukan sosialisasi dan kampanye.

Demikian hal ini disampaikan, Pengamat Politik dari lembaga The Voice Center, Muhammad Zainudin, Kamis (24/08) dalam acara diskusi membedah kekuatan dan kelemahan bakal calon gubernur Sumatera Selatan, yang digelar tadi sore.

Dalam acara diskusi tersebut, Zainudin mengungkapkan, diantara sejumlah Parpol yang ada, Partai Demokrat memberikan kesempatan dan mempersilahkan siapa saja untuk melakukan sosialisasi dan kampanye politik menjelang Pilkada Serentak 2018.

Dengan berpijak pada Jadwal Pilkada Serentak 2018, Zainudin menjelaksan, ada kemungkinan Parpol akan memastikan mengusung Paslon sekitar bukan Desember 2017 atau awal bulan Januari 2018.

Masih terbuka waktu untuk sosialisasi dan kampanye bagi para bakal calon gubernur. Zainudin menegaskan, seharusnya momentum ini bisa dimanfaatkan dengan baik, untuk membentuk jaringan pemenangan atau membentuk tim kampanye.

“Bakal calon yang diam saja atau hanya bergerak memenuhi undangan perkawinan jangan berharap bisa jadi gubernur.” tegas Pengamat Politik dari The Voice Center, Muhammad Zainudin. Red.

Begitu juga, masih kata Zainudin menambahkan, dengan bakal calon yang
punya masalah di masa lalu, harus bergerak secara maksimal dan mengklarifikasi kasusnya agar dapat dimaafkan dan diterima oleh pemilih

“Kalau mau jadi gubernur ya harus persiapan. Tidak ada itu jabatan dikirim dari langit, harus berjuang. Sosialisasi diri, kampanye jauh hari, menanam kebaikan dan kesan baik di masyarakat serta menyiapkan segala sesuatunya dengan baik,” tambah Zainudin.

Baca juga :  Jajaran Polsek Sidamulih Bersama Forkopimda Gelar Ops Yustisi

Diketahui, dari beberapa bakal calon di Pilkada Serentak 2018 di Sumatera Selatan, tidak sedikit bakal calon yang maju, adalah orang yang bersih. Zainudin mengatakan, dalam Pilkada Serentak ini, memang ada beberapa calon yang pernah tertimpa kasus hukum.

Dia mencontohkan, nama Syahrial Oesman saat menjabat pernah dipenjara karena kasus korupsi. Saat ditanya lebih lanjut oleh jurnalis KICAUNEWS.com, kamis (24/08) Zainudin menjelaskan, dalam debutan Pilkada Serentak 2018 ini, merupakan ajang dan sarana bagi tokoh yang ingin maju untuk bertobat.

“Ya ada saja kan tokoh yang punya kasus, ya mungkin dia bisa ikut pilkada. Kalau terpilih berarti rakyat memaafkannya,” kata Zainudin, Pengamat Politik dari lembaga The Voice Center.

Zainudin menegaskan, terkait pamor Syahrial Oesman yang pernah dipenjara karena kasus korupsi, memang sangatlah berat. Dia mengatakan, jika Syahrial ikut dalam Pilkada, maka kasusnya tersebut, akan menjadi bidikan dan sasaran tembak.

“Pasti jadi beban berat, berat sekali, kasusnya itu akan jadi sasaran bidik, sasaran tembak. Saya kira calon yang punya beban begitu harus bergerak dengan cara yang berbeda. Kalau gerakannya sama dengan yang lain, ya akan terlibas, akan kalah,” tegas Zainudin. (Rangga/Redaksi kicaunewscom).

Syahrial Oesman Saat di Pengadilan di Sidang karena Kasus Korupsi. Kini masuk bursa Pilkada Sumsel.
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru