oleh

Pria Mengakhiri hidupnya Dengan Gantung Diri

Kab Tangerang, kicaunews. Com-Bob Westerkamp (88) kewarganegaraan belanda, Jalan Taman Ubud Cendana I No. 1 Lippo Karawaci, Kel. Binong Kec. Curug Kab. Tangerang. Sekira jam 12.50 Wib, Minggu (20/08/2017) kemarin. Mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Korban sudah tua dan mengalami penyakit menaun Korban sering sekali mengeluh kepada saksi tentang penyakitnya dan sering mengatakan akan melakukan bunuh diri Korban sudah mengangkat saksi sebagai anak angkat sejak tahun 2001 dan korban tinggal bersama dengan korban sejak tahun 2008.

“mengalami penyakit menaun Korban sering sekali mengeluh kepada saksi tentang penyakitnya dan sering mengatakan akan melakukan bunuh diri”. Kata Ipda. Mulyawan, Kabag. Humas Polres Tangsel kepada Beritatangsel.com

Dari keterangan tersebut, sekira jam 11.00 WIB, Saksi Intan bersama dengan suaminya dan anaknya pergi ke Supermall Lippo Karawaci untuk makan dan cukur rambut serta membeli cukur rambut untuk Korban, sedangkan Korban tidak ikut berpergian dan tetap di rumah seorang diri sekira jam 12.50 WIB saksi Intan dengan suaminya serta anaknya sampai di rumah kemudian saksi dengan suaminya sempat mencari keberadaan Korban di dalam kamarnya yg berada didalam kamar bawah namun korban tidak di temukan.

kemudian, anaknya hendak menaiki tangga dalam rumah dan hendak menuju kelantai atas dan Tiba-tiba anak saya menemukan korban di bawah tangga, sehingga saksi dengan suaminya langsung menuju kebawah anak dan saksi sempat mengira korban terjatuh dari tangga namun ternyata korban keadaan duduk di tumpukan kardus serta tubuhnya bersandar ketembok yang ada dibawah tangga, kemudian melihat leher korban dibalut oleh kain pel dan lehernya terikat tali tambang plastik warna biru dan satu ujung tali tambang ke jeruji pegangan anak tangga yg ada di atas lantai atas rumah.

Baca juga :  Polres Tangsel Mengunjungi dan Memberikan Tumpeng ke Delapan (8) Instansi/Markas Militer di Wilayah Tangerang Raya.

“leher korban dibalut oleh kain pel dan lehernya terikat tali tambang plastik warna biru dan satu ujung tali tambang ke jeruji pegangan anak tangga yg ada di atas lantai atas rumah”. Ujarnya

Selain itu, saksi melihat gigi palsu korban terjatuh di lantai serta posisi kedua kaki korban menginjak lantai kemudian saksi memotong tali pada bagian yang mengikat dileher korban dengan menggunakan gunting, setelah itu suami saksi mengangkat dan memindahkan korban kesofa yg berada diruang televisi dan kemudian suami saksi membuka tali tambang yang masih tergantung di jeruji besi.

Namun, saksi dengan suaminya mencoba menekan dada korban untuk memacu jantung korban dengan kedua telapak tangan namun tidak ada reaksi apapun dari korban, yg akhirnya saksi menghubungi pihak Rumah Sakit Siloam Lippo Karawaci namun ketika sudah di periksa oleh dokter Siloam dengan di bantu alat pemacu jantung, korban memang sudah tidak bernyawa, setelah itu pihak Rumah Sakit Siloam menyarankan tidak perlu di bawa kerumah sakit, “yang akhirnya saksi menghubungi rumah duka Oasis karena sebelumnya korban meminta di kremasi ditempat tersebut. Sekira jam 14.16 WIb”. Paparnya

pihak rumah duka Oasis sampai di rumah saksi kemudian korban langsung di bawa kerumah duka Oasis namun ketika sudah di rumah duka, korban belum dapat dikremasi karena belum ada Surat kematian dari RSUD Tangerang, yang akhirnya korban di bawa dari rumah duka Oasis menuju ke RSUD Tangerang. Ungkapnya (tris by ipin_pic)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru