oleh

Damrah Mamang,SH,MH : Tentang Makna Kemerdekaan

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat 17 Agustus 1945 tahun Masehi, atau bertepatan tanggal 09 Ramadhan dan tanggal 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang, yang dibacakan oleh Bapak Ir. Soekarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat Jalan Pegangsaan Timur No.56 merupaka letak bekas kediaman Presiden Pertama Indonesia, Bapak Ir. Soekarno yang berada di Jakarta Pusat. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 dikumandangkan di Pegangsaan. Pegangsaan Timur telah berganti nama menjadi Proklamasi.

Kediaman Bung Karno yang dijadikan tempat pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan pun sudah tidak ada lagi, dan digantikan dengan kehadiran Tugu Proklamasi yang dahulu pernah dibongkar atas perintaj Bung Karno, dan di situ kemudian didirikan Gedung Pola Pembangunan Semesta. Di lokasi itu juga kini berdiri Patung Soekarno-Hatta yang menggambarkan suasana pembacaan teks proklamasi pada tahun 1945 itu.

Secara hukum Merdeka itu artinya kita bebas fisik atau independensi bebas dari penjajahan. Bebas dari diperhamba oleh sesama manusia. Karena kita hakikatnya hanya hamba Allah, bukan hamba manusia, harta, wanita dan dunia

Ketika kita hanya menjadi hamba Allah, maka kita pun hanya mentaati titah-Nya. Perintah dan larangan-Nya pun kita tegakkan dengan sempurna
Jangan sampai kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diberikan kepada orang yang ingin memecah belah kesatuan bangsa.

Di era global ini, perang tidak hanya bertempur di medan perang. Tetapi perang konsepsi. Dalam kondisi ketahanan, kata dia, kondisi ketahanan negara Indonesia sudah tertrobos. Secara doktrin militer ketika kondisi sudah seperti itu, maka harus mengumpulkan kekuatan dan memperbaiki batas depan pertahanan tempur.

Baca juga :  Panwaslu Tanah Abang : Ancam Pidana 1 Tahun Partai dan Caleg Pencuri Start Kampanye

“Kemerdekaan yang telah dimiliki pertahankan, jangan sekali-kali dilepas dan diserahkan kepada siapapun yang akan menjajah dan menindas Kita. Waspada! Jangan lengah, kalau lengah mengakibatkan perpecahan.

ketahanan nasional adalah suatu kondisi dinamika suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan ancaman hambatan serta gangguan.

“Baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung, yang membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mewujudkan tujuan nasionalnya,”

“Potret situasi kita memang seperti itu, untuk menghadapi itu harus punya pegangan. Kita menanam saja kebaikan, semangat kebaikan itu yang akan menunjukkan kita ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Karena itu artinya tidak ada siapapun yang bisa mendikte kita, menguasai kita, bahkan menindas dan menjajah kita. Merampas kekayaan alam kita, menguasai tanah-tanah kita, dan memiskinkan kita

Sebagai warga negara yang baik yang pancasilais dan bhineka tunggal ika harus memiliki semangat nasionalisme membela tanah air Indonesia.
Dirgahayu Indonesia

Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Sekali Merdeka tetap Merdeka

Penulis : Damrah Mamang,SH,MH ( Dosen,Lawyer di LKBH FH dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Asyafiiyah )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru