oleh

Refleksi: Semangat Juang Perempuan Indonesia, Untuk Kemerdekaan !

[OPINI], KICAUNEWS.COM – Peran penting perempuan dalam pembangunan bangsa dahulu telah maju pesat, hal itu telah dibuktikan dengan terpilihnya seorang perempuan sebagai presiden Republik Indonesia. Demikian pula halnya di lembaga-lembaga lainnya seperti legislatif dan yudikatif, beberapa perempuan juga memiliki peran yang cukup dominan untuk kemajuan bangsa.

Kaum perempuan memiliki tanggung jawab sejarah untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Kaum perempuan memiliki peran dan tanggungjawab yaitu, turut andil dalam pengambilan keputusan publik, seperti dalam bidang pendidikan, politik, ekonomi, dan sosial.

Banyak kita melihat para wanita juga berkontribusi dalam mensukseskan bangsa, terutama dalam pendidikan. Salah satu contoh zahir adalah seperti yang dijelaskan di atas tadi, yaitu  peranan wanita dalam keluarga.

Dalam tata cara mendidik anak, para ibu mampu mengayomi anak-anaknya dengan cara melakukan pendekatan dari tangan halus seorang ibu dan mendidik dengan lembut sehingga anaknya patuh serta mahir dalam berfikir dan berintelektual.

Tidak dapat dipungkiri bahwa peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Selain berperan sebagai ibu dan istri yang sudah merupakan kodrat seorang perempuan yang telah berumah tangga. Kehidupan perempuan terus berkembang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.

Perempuan turut ikut serta membawa perubahan yang tidak sedikit bagi perkembangan bangsa Indonesia. Pada masa-masa revolusi pisik, seluruh lapisan masyarakat saling bahu-membahu bersama para pejuang untuk menggapai dan mempertahankan kemerdekaan.

Dapat dipastikan bahwa kaum perempuan Indonesia pun turut membantu bahkan terjun langsung dan terlibat dalam perjuangan, mengabdikan seluruh hidupnya untuk kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia tercinta.

Salah satu contoh peran perempuan adalah sejarah Aceh dahulu, yang mana di Aceh sejak dahulu sudah memainkan peran besar dalam pembangunan bangsa dan membantu mempertahankan wilayah Aceh dari agresi penjajahan Belanda. Seperti halnya, Tcut Nyak Dhien, Tcut Meutia, Tgk Fakinah, Sultanah Safiatuddin, dan tokoh lainnya.

Baca juga :  Siti Nurfitriana Asal Lampung Unjuk Gigi dalam Munas Kohati

Kemudian setelah kemerdekaan peran yang dimainkan oleh kaum perempuan  tidak kalah pentingnya, terutama pada masa konflik, banyak dari para perempuan yang berperan ganda, pada satu sisi mereka mengurusi keluarga, dan di sisi lainmereka menjadi kepala keluarga. Demikian gerak kaum laki-laki yang terbatas dan tidak leluasa ketika itu.

Jika kita bercerita tentang peran perempuan dalam pembangunan bangsa Indonesia, pasti tidak akan habis-habisnya. Bahkan Al-Qur’an sendiripun tidak kalah dalam memberi penjelasan atas fungsi dan peran kaum perempuan dalam aspek pembangunan bangsa, sesuai yang terdapat dalam Al-Qur’an maupun sirah Nabawwiyah.

Dengan kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional, serta kelihaian mereka dalam berstrategi dengan pendapat-pendapat dalam pengambilan sikap bijak serta keberanian mereka dalam menghadapi konflik  yang terjadi. Maka ini merupakan contoh abadi bagi kita.

Di antaranya,  kedua istri Rasulullah SAW, Khadijah putri Khuwailid dan Aisyah putri Abu Bakar As-siddiq, kemudian Ratu Balqis dari negeri Yaman, dan Asiyah putri Mazahim istri Fir’aun. Begitu banyak sudah catatan sejarah tentang peran-peran wanita sejak zaman sebelum kelahiran Rasulullah, sampai zaman kelahiran Rasulullah hingga sekarang.

Oleh karena kiranya seorang  perempuan memiliki rasa sadar yang tinggi akan perannya dan harus senantiasa mempersiapkan diri untuk menjalankan peran dalam memajukan bangsa ini, dan berpegang teguhlah pada salah satu sabda Rasulullah SAW, yaitu Perempuan itu tiang negara apabila dia (perempuan) baik, maka baiklah negara, dan apabila perempuan itu rusak maka rusaklah negara itu.(H.R MUSLIM).

Jutaan kesempatan terbuka lebar bagi setiap warga negara baik laki-laki maupun perempuan untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam segala bidang, dengan tidak hanya berorientasi gender belaka. Bahkan kalau mau jujur, perempuan akan terus mendominasi kaum laki-laki apabila kita meninjau perbandingan ke duanya di dunia pendidikan dan dunia kerja.

Baca juga :  Kurang Responsif, Kohati Masih Berkutat Pada Persoalan Internal

Dengan menyadari secara statistik bahwa jumlah perempuan yang sedemikian besar, maka potensi perempuan dirasa perlu untuk lebih diperhatikan dan diberdayakan sebagai subyek ataupun pelaku untuk berkontribusi lebih dan lebih dalam pembangunan bangsa kita.

Peranan perempuan akan sangat mempengaruhi dalam dialektika pembangunan bangsa untuk menjadikan bangsa dan negara ini maju dan disegani oleh bangsa-bangsa lainnya. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan sekarang adalah, bagaimana caranya bagi kita untuk membangkitkan kembali kesadaran bagi setiap pemudi, akan peran mereka sebagai kader pembangun bangsa.

Mengingat begitu banyaknya kaum perempuan yang menyia-nyiakan dirinya dan melupakan bahwa mereka adalah pemimpin bangsa, dengan senang berlomba dalam labirin hedonisme untuk memuaskan hasratnya.

Sehingga eksistensi perempuan cukup diragukan karena lebih dianggap sebagai pembuat bocor anggaran negara dibanding sebagai instrumen penting pembentuk jati diri bangsa.

Oleh karena itu, sepatutnya seorang wanita memiliki rasa sadar yang tinggi akan perannya dan harus senantiasa mempersiapkan diri untuk menjalankan peran dalam memajukan bangsa ini, dan berpegang teguhlah pada salah satu sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tersebut diatas tadi.

Dari sana lah kita dapat melihat kemajuan negara Indonesia pun ada ditangan perempuan-perempuan cerdas Indonesia yang ingin membawa perubahan. Dirgahayu Indonesiaku! Maju perempuan Indonesia. !

Syarifaeni Fahdiah, S.Hum
Penulis Adalah Ketua Umum Kohati HMI Cabang Ciputat.

Foto. Ilustrasi.
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru