oleh

Lomba Cipta Menu non Terigu dan Beras, Dengdeng Daun Singkong Olahan PKK Kelurahan Pondok Aren Jadi Juara

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Selama ini dendeng selalu dibuat dari daging sapi, ayam, atau ikan karena dendeng merupakan makanan khas Nusantara yang selalu diburu penikmat kuliner. Berbeda dengan Suhartini peserta yang mewakili PKK kelurahan Pondok Aren yang meraih juara 1 dalam lomba Cipta menu, non terigu dan beras, beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) tingkat Kecamatan Pondok Aren, memilih resep andalan dari bahan yang mudah didapat dan harganya murah, yakni berupa daun singkong.

Pihaknya mengaku siap mewakili Pondok Aren dalam lomba tingkat Kota maupun provinsi, karena memasak merupakan hobbinya. Daun singkong juga mengandung protein yang cukup tinggi, kalsium tinggi yang dapat membantu pertumbuhan tulang, fosfor, dan zat besi, sehingga baik dikonsumsi.

“Unsur gizi yang dikandung tanaman sayur, setiap 100 gram daun singkong mengandung energi 39 kkal, 1,7 g protein, 7,7 karbohidrat, 62 mg kalsium , 33 mg fosfor, dan 2.1mg zat besi, “kata Suhartini, Senin (14/08).

Menurut Suhartini ide membuat dendeng daun singkong yang sudah ada karena dendeng dari sayuran merupakan pilihan bagi kalangan vegetarian yang tidak bisa mengonsumsi daging.

“Para vegetarian bisa menikmati dendeng bukan dari daging sapi atau lainnya, namun sayuran yang dibentuk menyerupai daging yang dikeringkan, sehingga tidak ada salahnya membuat dari daun singkong yang selalu ada tanpa mengenal musim,”ujarnya.

Melalui bumbu-bumbu tertentu daun singkong disajikan menjadi dendeng rasa manis, sehingga dipastikan diantara 11 kelurahan tim penggerak PKK asal kelurahan Pondok Aren yang meraih  juara akan mewakili lomba Cipta menu ketingkat Kota Tangsel mendatang.

Sementara itu, Kepala.Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) kota Tangsel Ir. Nursalmet menjelaskan, bahwa pelaksanaan lomba cipta menu dan olahan pangan difokuskan untuk mengangkat kembali citra makanan khas daerah yang selama ini kalah bersaing dengan makanan modern, sehingga dipandang perlu mengembangkan menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang berbasis pada kearifan lokal.

“Pelaksanaan lomba merupakan agenda rutin tiap tahun, sekaligus untuk menyiapkan wakil terbaik. Karena lomba yang sama juga digelar di tujuh kecamatan. Untuk itulah bagi juara 1 dimasing-masing kecamatan akan mewakili ke tingkat Kota Tangsel, kemungkinan juga bisa mewakil ke Provinsi Banten,” kata Nurslamet. (Abah Ade) 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru