oleh

Dua Program Dinas Pertanian Pangandaran, Jamkmluhdes dan Simluhtan di Galakan.

PANGANDARAN, KICAUNEWS.COM – Untuk percepatan swasembada Pangan pada tahun 2017, bidang sumber daya manusia ( SDM) kementrian Pertanian fokus pada beberapa program. Tak hanya Gerakan Pemberdayaan Petani dan Gerakan Regenerasi Petani, Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian .

Program Jaringan Komunikasi Pos Penyuluhan Desa alias Jarkomludhes, juga Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian atau Simluhatan, salah satu Program yang berbasis internet, kini jadi program penting.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Muhamad Agus Satriadi saat  ditemui di kantornya selasa (01/08) mengatakan, Petani di Kabupaten Pangandaran sangat tinggi dan potensi unggulanya juga sangat bagus yakni jeruk dan manggis.

Program Provinsi yang berbasis internet Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian dan website resmi dari Provinsi yang menyediakan data data terkait informasi perkembangan Pertanian.  maka akan di bentuk Petani Online harapannya tentu saja untuk kemudahan petani itu sendiri.

Jangan sampai para petani itu ketinggalan info harga dan sebagianya seputar perkembangan hal terkait. kemudian akan di buat Kartu Tani guna menghindari subsidi pupuk dan lain-lain.

Karena subsidi di gunakan untuk pemilik lahan maksimal 2 hektar. Lebih lanjut Kadis juga mengatakan anggaran senilai Rp 50 jt an untuk program APBD pala dan cengkih sampai dengan program Padi, Jagung dan kedelai  beliau sangat mewanti wanti kepada pihak yang terkait agar tidak ada pungutan untuk si penerima manfaat. Katanya.

Hal berbeda juga dikatakan ketua Gapoktan Tarli kelompok tani asal Desa Mekarwangi Kecamatan Langkap Kabupaten Pangandaran, sangat berharap kepada Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran setidaknya ada 4 poin harapan saya untuk memaksimalkan program dari kementan tersebut .

Pertama, harus ada PPL di setiap desa hal ini agar sistem tidak putus. Kedua, Dinas di harapkan membuat pos pusat informasi pertanian .hal ini karena tidak ada HKP.

Baca juga :  Penderita Polio Ringan Yang Kurang Perhatian Pemerintah Butuh Penanganan Medis

Ketiga, Dinas di harap membuat Badan Usaha Milik Daerah , guna menghambat penyalah gunaan dana hibah atau bansos.

Keempat, harapan kepada para penentu kebijakan secara makrop dan sistemik yang arah kebijakanya tepat sasaran , alasanya agar sesuai karena petani Kab . Pangandaran mencapai 70% . pungkas Tarli. (Eva).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru