oleh

Putra Asli Kota Tangerang Bawa Harum Ponpes An Nahdlan di MQK IV 2017 Tingkat Jabar

KOTA TANGERANG, KICAUNEWS.COM — kurang lebih Sebanyak 1252 peserta yang berasal dari perwakilan pondok pesantren dari 27 Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat ikut serta dalam perlombaan Musabaqoh Qiraatil Kutub (MQK) IV Tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselengarakan oleh Departemen Agama (Depag) Republik Indonesia.

Acara yang dihelat pada 22 sampai 27 Juli 2017 Lalu digelar di Pondok Pesantren Al Ittihad Cianjur, MQK IV yang dibuka langsung oleh Gunernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Dalam Ajang yang bergensi tersebut, Ribuan peserta salah satunya Tharekh Era Elraisy (17) Putra asli Kota Tangerang dari pasangan Muhammad Rais, SE dan Erni Adung dalam ajang tersebut berhasil menjadi juara 1 cabang tarikh tingkat wustha.

Saat di wawancarai dikediamannya di Kreo Selatan, Kelurahan Kreo Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Tharekh Era Elraisy mengatakan, saya bisa menjadi juara I tidak serta merta begitu saja dan semua itu berkat dorongan dari orang tua juga serta para ust dan guru dipondok pesantren.

“intinya banyak belajar juga membaca dan praktek di depan para guru dan Ustadz adalah kunci untuk mempelajari dan memahami semua itu,” Katanya.

Dijelaskannya, Setelah kita penuh dengan teori, penuh dengan segala hafalan atau rumus kalau dalam MTK, hafal dalam gramatika Arab, nahu sorob dan ilmu kebahasaan Arab lainnya itu semua dalam pembelajarannya harus di depan guru yang sering disebut oleh orang-orang Ponpes itu sorogan dan ketika hanya teori tampa adanya praktek dihadapan guru yang membimbing maka itu semua terasa sulit dan lambat dalam perkembangannya.

“Dimanapun kita menuntut ilmu sama saja, semua kembali ke diri kita masing-masing,” akunya.

Saat disinggung sejauh mana Dalam persiapan menuju tingkat Nasional, dirinya menerangkan, saya bersama guru dan ustad sedang memperkaya iqhrob dan penjelasan-penjelasan, sebab pada perhelatan tingkat provinsi kemarin, saya masih kurang mempelajari dan medalami kandungan dalam kitab.

“Kemarin waktu di Jawa Barat masih ada yang belum benar-benar dipelajari dan sekarang saya sedang mendalami kekurangan-kekurangan dan mempersiapkan mental dalam ajang Nasional nanti,” tegasnya.

Lebih jauh dirinya mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang khususnya Provinsi Banten juga harus bisa menyelengrakan hal seperti itu yang tentunya bisa mengali potensi-potensi generasi muda tentang paham Agama Islam di Kota Tangerang.

“Saya pernah ikut di Tangerang itupun bukan MQK tapi MTQ cuma diselingi dengan cabang MQK dan meraih juara II, dimana dengan persiapan yang sangat kurang dan saya sangat merasa kurang maksimal maka nanti di Nasional bisa benar-benar lepas dan memberikan sekuat tenaga juga pikiran, karena saya yang asli Kota Tangerang lahir di Kota Tangerang begitu mewakili Provinsi yang bukan asal kita punya perasaan setitik pemikiran karena Kota Tangerang, Provinsi Banten tidak kalah hebat dengan Provinsi Jawa Barat,” imbuhnya.

Sementara itu Guru Pembimbing Tharekh, Ustads Nur Hasan saat dimintai keterangannya menuturkan, pihaknya terus mengajarkan pendalaman Agama secara langsung kepada murid-murid di Ponpes An Nahdlah.

“Karena disini (Ponpes An Nahdlan Red) langsung diajarkan Qur’an hadis dan tafsir, maka mereka sudah terbiasa dengan redaksi-redaksi berbahsa Arab dari pada Ulamanya,” terang Hasan.

Lebih jauh Hasan mengatakan, perlombaan MQK yang diikuti oleh muridnya dimana pada perlombaan yang dilombakan tentang kitabnya tidak diajarkan pada Ponpes tersebut maka Ia (Tarekh) mencari sendiri atau otodidak.

“Kita mengambil keseharian dalam waktu luang untuk belajar kitab-kitab yang akan dilombakan dan kita sebagai tim pengajar hanya memberi bimbingan agar bagai mana dia bisa memahami redaksi-redaksi dari kitab tersebut dan nantinya apabila terkendala kita akan mengajari dan memberi wawasan-wawasan dalam waktu luang,” tutur Hasan.

Dirinya juga menghibau, untuk mencapai pada pase tersebut harus berani terlebih dahulu, hadapi dahulu semua kitab-kitab dan intinya punya mental.

“Seperti kemarin sewaktu tingkat Depok ada yang merasa ingin mengikuti, karena pada intinya berilah semangat dahulu, motifasi, sebab takut boleh asalkan jagan mundur, karean semau itu harus dihadapi, bagi semua yang belumpun harus berani menghadapi itu semua,” pungkas Hasan.

Dengan demikian, Tarekh akan mewakili Provinsi Jabar ke tingkat Nasional, pada 22 Oktober 2017 bertepatan dengan hari santri Nasional, yang diselenggarakan di Jepara, Jawa Tengah.

Patut diketahui, dalam perlombaan Terdapat tiga tingkatan dalam MQK. Pertama Ula atau dasar, Wustha atau menengah, dan Ulya atau tinggi. Sedangkan cabang yang diperlombakan di antaranya, fikih, nahwu, akhlak, tarikh, dan tauhid. (Bumi Sunyoto)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru