oleh

Lewat Ormas, Umat Islam di Kota Tangerang Menolak Perppu No 2/2017

KOTA TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Kebijakan Pemerintah Pusat yang telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 2 Tahun 2017 tentang ormas, terus mendapatkan penolakan diberbagai daerah.

Penolakan tersebut, kali ini datang dari Ormas Islam dari Kota Tangerang, yang terdiri dari beberapa Ormas, diantaranya dari Aliansi Tokoh Muslim Tangerang, dan Forum DKM Tangerang.

Intelektual Muslim Tangerang, Prof. Hudoro dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana diterima redaksi KICAUNEWS.com, Jumat (11/08) menegaskan, Ormas Islam di Kota Tangerang, menolak Perppu ormas yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah.

“Ini jelas-jelas zalim, Perppu ini juga menunjukkan sikap represifnya penguasa yang anti Islam, maka tidak ada lagi kompromi terhadap Perppu Ormas ini, kami dari para tokoh menolak Perppu ini”, tegas Hudoro dalam keterangan tertulisnya.

Diketahui, Rabu (09/08) kemarin, dua ormas gabungan, yang terdiri dari Aliansi Tokoh Muslim Tangerang, yang di pimpin Iwan Taruna, dan Forum DKM Tangerang yang juga dikordinir olev Abu Fara, mendatangi Gedung DPRD Kota Tangerang.

Kedatangan gabungan ormas ini, untuk melalukan audiensi, dalam rangka menyampaikan aspirasi kepada pemerintah (DPRD).

Audiensi yang berlangsung sekitar pukul 13.00 wib, di ruangan Banmus ini, berjalan dengan lancar, dan Komisi I DPRD Kota Tangerang, yang mengakomodir penyampaian aspirasi dua ormas gabungan ini, menyambut baik.

Di tempat yang sama, Advokat yang juga hadir mendampingi dua gabungan ormas tersebut, Umar Rusli mengatakan, Perppu ormas yang dibuat oleh Pemerintah, syarat dengan rekayasa, dan dinilai mengada-ada.

Rusli menilai, Perppu Ormas tersebut, tidak cukup kuat untuk dikeluarkan oleh Pemerintah. Sebab, kata Rusli menambahkan, tidak ada kegentingan yang memaksa yang mengharuskan Perppu itu dibuat.

“Yang ada justru di keluarkannya Perppu ini, menjadikan situasi genting, sebab telah menimbulkan keresahan dan kegaduhan di tengah masyarakat,” tambah Rusli, dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana diterima Redaksi KICAUNEWS.com.

Baca juga :  Ozet GPII : Mengutuk penembakan Imam Masjid Di NewYork

Masih di tempat yang sama, Koordinator Forum DKM Tangerang Raya, Abu Fara juga menegaskan, selama ini kehadiran ormas Islam, dalam berbagai kegiatan di masjid-masjid sangatlah positif. sebab kata Abu, secara langsung, umat muslim telah ikut memakmurkan masjid.

Perppu Ormas Mendiskreditkan Islam

Tak hanya menolak Perppu Ormas, Aliansi Tokoh Muslim Tangerang serta Forum DKM Tangerang dalam audiensinya juga menilai, pembubaran ormas Islam HTI oleh pemerintah, adalah tindakan yang sewenang-wenang.

Acep, salah satu tokoh DKM Tangerang yang hadir dalam audiensi tersebut juga menyampaikan, Perppu Ormas yang telah buat Pemerintah, telah banyak mengkriminalisasi ajaran Islam dan telah mendiskreditkan salah satu ormas Islam.

Selama ini, kata Acep, Ormas Islam yang di diskreditkan oleh Pemerintah (HTI), dinilai Acep, telah banyak memberikan kontribusi positif dalam pembangunan karakter umat.

Acep menilai, setelah adanya Perppu ormas tersebut, malah menimbulkan kegaduhan dikalangan Jamaah, dengan munculnya penolakan-penolakan pada kajian Islam.

“Kami pun merasa sangat tidak nyaman dengan pengawasan yang dilakukan oleh aparat polisi setiap ada kegiatan di masjid-masjid kami,” kata Acep dalam keterangan tertulisnya.

Sekedar Informasi, Aliansi Tokoh Muslim Tangerang yang melakukan audiensi dengan Komisi I DPRD Kota Tangerang ini, terdiri dari berbagai kalangan, diantaranya kalangan akademisi, advokat, Intelektual, dan Pengusaha.

Sementara, untuk Forum DKM Tangerang Raya ini, terdiri dari beberapa pengurus DKM Masjid se- Tangerang Raya, yang meliputi, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan.

Alasan Penolakan Sangat Kuat

Sementara, di tempat yang sama, Komisi I DPRD Kota Tangerang, Ahmad Deden dari Fraksi PKS mengatakan, pihaknya (DPRD) pun tidak setuju, dengan adanya Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas.

Kepada Aliansi Tokoh Muslim dan Forum DKM Tangerang, Deden berjanji, pihaknya akan menyampaikan aspirasi para tokoh ini ke DPR RI.

Baca juga :  Jelang Pilkada, Gerindra dan PDI-P Kota Tangerang, Terus Bangun Komunikasi

“Alasan-alasan penolakan yang tadi telah bapak-bapak semua utarakan itu sangat kuat dan bisa kami terima.” kata Deden

Sebagai sesama muslim, kata Deden, kami pun turut prihatin atas keputusan Presiden dengan mengeluarkan Perppu Ormas ini, sebab, masih kata Deden menambahkan, memang DPR tidak diajak bicara sebelumnya oleh Pemerintah dan Presiden Jokowi.

Berdasarkan data yang dihimpun redaksi KICAUNEWS.com, Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas, banyak ditolak oleh umat Islam, disetiap daerah.

Untuk di Kota Tangerang, penolakan itu dilakukan oleh Presidium Alumni 212 Tangerang, Tokoh Muslim Tangerang dan Forum DKM Tangerang, Aliansi Pemuda & Mahasiswa Indonesia Tangerang Raya, dan Forum Asatidz Tangerang.

Penolakan ini dilakukan oleh umat Islam, dalam dua bentuk penyampaian. Pertama lewat aksi massa, kedua lewat audiensi. (Haji Merah/Redaksi kicaunewscom).

Foto. Istimewa

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru