Empat Lutung Jawa Diamankan Dari Gudang Percetakan

0
Mamalia.

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, SPORC Brigade Elang, Seksi Wilayah I Jakarta berhasil mengamankan Empat ekor satwa yang dilindungi (Mamalia).

Ke-empat ekor satwa itu adalah Lutung/ Surili Jawa Presbytis comata sebanyak 3 ekor (2 jantan dan 1 betina) dan 1 ekor Lutung Jawa Trachypithecus auratus. Kempat satwa tersebut diamankan dari seorang pemiliknya di Jl. Gandaria 1 Rt. 10 Rw. 02 Kel. Pekayon Kec. Pasar Rebo Jakarta Timur.

Salah seorang petugas Gakum Saptawi Sunarya mengungkapkan, penyitaan dilaksanakan bersama dengan tokoh masyarakat bekerja sama dengan LSM Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Jumat (11/08/2017).

Bermula ketika petugas menerima laporan dari masyarakat  bahwa disekitar Kel. Pekayon Kec. Pasar Rebo Jakarta Timur mereka menemukan empat ekor satwa dilindungi didalam kandang di gudang percetakan.

Setelah diberi penjelasan mengenai status satwa dilindungi tersebut, akhirnya pemilik bersedia menyerahkan satwa peliharaannya secara sukarela. Penyitaan tersebut sesuai dengan PP Nomor 7 Tahun 1999 yang pada dasarnya semua satwa yang dilindungi harus dipertahankan tetap berada atau hidup dihabitatnya.

Pemilik kempat satwa tersebut dimintai keterangan oleh petugas Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara.

Hal itu untuk mengetahui soal kepemilikan, serta dari mana satwa tersebut berasal. Yang bersangkutan juga mengaku tidak mengetahui apabila kedua satwa tersebut termasuk yang dilindungi.

Diperkirakan, Lutung / Surili Jawa tersebut berumur 4-10 Tahun. Selanjutnya kedua satwa tersebut diserahkan ke Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa Aspinal di Ciwidey, Bandung Selatan.

Kondisi keempat satwa yang baru disita tersebut, sudah termasuk jinak, sehingga perlu perlakuan khusus beberapa waktu lamanya untuk dapat bertahan hidup di alam liar. Setelah melalui pelatihan/perlakuan khusus, nantinya kedua satwa tersebut akan dilepasliarkan ke habitatnya.

Sementara itu Direktur Scorpion Marison Guciano mengatakan, berdasarkan UU Nomor 5 tahun 1990 Pasal 21 ayat 2, barang siapa yang dengan sengaja memiliki, meniagakan dan memperjual belikan hewan dilindungi, terjerat ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp. 100 juta.

Marison menghimbau agar masyarakat yang memiliki satwa dilindungi untuk segera diserahkan kepada negara. Satwa satwa tersebut untuk selanjutnya direhabilitasi dan dilepaskan kembali. (Roy. Ed. Haji Merah/ Redaksi kicaunewscom)

Foto. Istimewa.

Mamalia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*