oleh

Pemerasan Ketua KNPI Pandeglang, Oji: Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari

PANDEGLANG, KICAUNEWS.COM – Inisial Juanta alias JT, Ketua DPD KNPI Kabupaten Pandeglang yang ditangkap Polisi, karena melakukan pemerasan kepada salah satu sekolah di kecamatan Cisata kabupaten Pandeglang, seakan menjadi tamparan keras bagi dunia aktivis yang bergerak di dunia sosial.

Peristiwa yang menimpa Juwanta (JT), terbilang sangat memprihatinkan, serta menjadi sebuah pukulan keras, bagi sesama penggiat sosial.

Meski saat melakukan pemerasan, JT tidak mengatas namakam KNPI, maupun organisasi kemahasiswaan, namun tetap saha tidak bisa dipungkiri, JT telah mencoreng nama aktivis dikalangan pergerakan, OKP, maupun No Governmem Organizing (NGO) pada umumnya.

Demikian hal ini disampaikan mantan Sekertaris Umum KNPI Kabupaten Pandeglang Oji Fachrurozi, sebagaimana dilansir dari rmolbanten.com, Rabu (09/08).

“Ini sebuah catatan sejarah kelam, bagi dunia kepemudaan, maupun bagi dunia pergerakan sosial di Kabupaten Pandeglang.” kata Oji

Dia menjelaskan, “Namun kita harus pahami, bahwa insiden yang menimpa saudara JT saat itu, tidak sebagai  kapasitas Ketua KNPI, maupun sebagai aktivis organisasi kemahasiswaan, namun sebagai kordinator organ lain. Jika pun melekat didirinya selaku Ketua KNPI Pandeglang, memang hal itu tidak bisa kita nafikan,” jelas Oji Fachrurozi.

Oji yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Kabupaten Pandeglang ini menegaskan, pemerasan yang dilakukan oleh JT, adalah seketsa yang harus dipahami, adanya pepatah “Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari” sepertinya selaras dengan kondisi saat ini, dimana maraknya aksi pungli dan korupsi di tataran birokrasi, maupun politik praktis.

“Inilah sebuah Adagium jaman SD, yang benar-benar pas bila kita jabarkan, guru kencing berdiri, murid pun kencing berlari.” kata Oji Fachrurozi.

Situasi dan kondisi ini seakan selaras dengan kehidupan bangsa saat ini,  dimana, kata Oji menerangkan, birokrasi, maupun politik praktis, telah mempertontonkan onani dimuka generasinya.

Baca juga :  Pilkades Siap Digelar, Kapolres Pandeglang: Pilih Calon Sesuai Hati Nurani

“Hingga mumbuat rangsangan ingin turut serta melakukannya. Sehingga merasuk sendi-sendi sosial bangsa, serta mengoyak kemurnian pergerakan sosial yang ada,” kata Oji.

JT Jadi Simbol Kemunduran Pemuda

Insiden yang dilakukan oleh JT, kata Oji menambahkan, bukan hanya menjadi cambukan keras bagi dunia Pergerakan Pemuda saja, namun juga menjadi pukulan telak bagi pemerintah setempat, dalam melakukan pembinaan kepada pemuda.

“Akan tetapi, ini pun menjadi pukulan telak bagi Pemerintah setempat, dalam upaya pembinaan kepemudaan, serta pembekalan pemahaman tentang berorganisasi.” kata Oji sebagaimana dilansir KICAUNEWS.com.

Lebih lanjut, mantan Sekertaris Umum KNPI Kabupaten Pandeglang inu juga menjelaskan, nakalnya anak, tidak terlepas dari cara pembelajaran orang tuanya, bila orang tuanya apatis dan masa bodoh, jangan salahkan anak ketika berbuat salah.

“Sebuah kontruksi Pemerintah diumpamakan sebagai orang tua, dan aktivis, OKP, NGO maupun Pemuda, sebagai anak. Sehingga jelas tanggung jawabnya, terutama dalam memberikan pengarahan secara Educatif, Produktif, Visioner, serta terperhatikan.” kata Oji menjelaskan.

Tamparan Bagi Pemerintah Daerah

Dengan adanya kejadian tersebut, Oji Fachrurozi yang juga Aktivis Pergerakan di Pandeglang berpersan agar, sosio darma ini segera diakhiri.

“Kedepan, baik Kesbangpol, maupun Dispora, bisa lebih mengoptimalkan lagi, pemberdayaan bagi kalangan muda, khususnya kalangan penggiat sosial yang aktif,” kata Oji.

Dia (Oji) meminta, agara Kesbangpol dan Dispora di Pendeglang, bisa memberikan ruang dan upaya partispasif dalam hal pembangunan sumber daya manusia kepada pemuda agar merasa diakui.

“Berikan ruang dan upaya partisipatif, dalam hal pembangunan SDM, Life Skill, maupun yang lainnya, sehingga keberadaanya pun merasa terakui.” tambah Oji.

Degradasi Pemuda di Pandeglang

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Juanta alias JT, Ketua DPD KNPI Kabupaten Pandeglang, yang juga mantan aktivis di salah satu organisasi Cipayung ini, melakukan pemerasan kepada salah satu sekolah, dengan meminta uang sebesar 15 Juta.

Baca juga :  Kapolres Pandeglang Himbau, Panitia Penyelenggara Pilkades Bersikap Netral

JT mengancam, jika pihaknya tidak diberikan uang, maka akan melakukan demo. Karena pihak sekolah tidak sanggup memberikan sejumlah uang tersebut, pihak sekolah melakukan negosiasi dengan JT dan memberikan uang sebesar Rp 3,5 juta.

Diterangkan Kapolres Pandeglang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ary Satriyan, awalnya pelaku mengancam akan melakukan demo di sekolah, unjuk rasa itu, akan dilakukanya (JT) karena melihat adanya penyelewengan penggunaan Dana Operasional Sekolah (BOS).

Senada dengan Kapolres Pandeglang, Sekertaris Umum HMI Cabang Pandeglang Nurul Fikri, sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jumat (04/08) sangat menyangkan sikap JT yang melakukan pemerasan.

“Seharusnya hal itu tidak perlu terjadi pada ketua KNPI yah, karena dengan kejadian ini di hawatirkan masyarakat luas akan menggeneralisasi para aktivis,” kata Sekertaris Umum HMI Cabang Pandeglang, Nurul Fikri.

Fikri menambahkan, tertangkapnya JT, Ketua KNPI Kabupaten Pandeglang ini, lantaran saat ini, karena adanya degradasi moral ditubuh aktivis. Selain itu, Fikri juga menghimbau kepada semua organisasi kepemudaan (OKP), agar tidak ikut terkontaminasi.

“Ini karena adanya degradasi moral di tubuh aktivis, harus ada reorientasi perjuangan, semoga semua OKP di Pandeglang tidak ikut terkontaminasi, kita harus tetap fokus kembali pada khitoh perjuangan organisasi,” Fikri, panggilan akrabnya Nurul Fikri.

Diketahui, akibat dari perbuatannya, Juwanta alias JT, dikenakan Pasal 368 dan 378 KUHP Karena melakukan Pemerasan dan Penipuan. (Rmolbanten || Editor, Haji Merah/kicaunewscom).

 

Juanta, Ketua DPD KNPI Pandeglang. Sumber Foto. Bantenhits.com,
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru