oleh

Pembukaan Kembali MT Ziyadatul Khoir RW 02 Cipinang Muara

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — (04/08) Alhamdulilah,di buka kembali Majelis Ziyadatul Khoir,setelah Tawakufan selama bulan ramadhan, dan pada malam sabtu tanggal 11 Dzulqodah 1438 H bertepatan dengan 04 Agustus 2017 di buka Pembukaan Majelis Talim (MT) Ziyadatul Khoir (ZK).

Majelis ini telah berjalan selama tiga tahun di kediaman Bpk Hasan Jl Pembina I RT 14/02 Cipinang Muara, Acara di mulai dengan pembacaan tahlil oleh Ust Firman Yakub di lanjutkan dengan Pembacaan Maulid Simtuduror oleh para habaib, diantaranya oleh Hb Umar Alkaff,Hb Fahmi Alaydrus,Ust Wahyudin.

Setelah Pembacaan Maulid selesai kemudian di lanjutkan dengan Tausiah oleh Hb Faisal Al haddad.

Alhamdulilah acara berjalan Sukses dan Lancar, dan
Di hadiri oleh : Hb Umar Alkaff, Hb Umar Alatas,Hb Faisal Alhaddad,Hb Fahmi Alaydrus,Hb Syeh Alhaddad,Hb Alwi Alhaddad,dan para alim ulama lain nya serta di hadiri juga oleh Roedi Susyanto selaku Ketua Badan Anti Narkoba ( BAN ) DKI, Reza San selaku Ketua OKK DPP Barisan Indoneaia Muda ( BIM )
.
Allahumma Sholi Ala Sayyidina Muhammad

Kami juga para panitia mengucapkan terima kasih kepada Prof H Dailami Firdaus (Senator DKI ), Bang Teuku Mahreza Pahlevi syukron owner Bandrek si Jempol yang telah kasih Bandrek nya, Dan H Edi dari Condet, serta para donatur lain nya yang tidak bisa kami sebutkan namanya, Hanya Allah yang dapat membalasnya, berkah.

Dalam Tausiahnya Hb Faisal Al haddad menyampaikan tentang masalah ilmu,berikut kutipan nya “Ibadah Tanpa Ilmu Bahayanya Lebih Besar!”. [Ilmu-ilmu Syariat sebagai Landasan Bertarekat (Thariqah ‘Alawiyah)].

Al Faqih Al ‘Arif Billah Al ‘Allamah As Sayyid Al Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith Hafidzahullahu ta’ala, menuturkan di dalam kitabnya, Manhajus Sawiy Syarah Ushul Thariqah As Saadatu Aali Ba’alawi, (Thariqah ‘Alawiyah) dalam bab keutamaan ilmu.

Baca juga :  Gelar Ops Yustisi Gabungan Polsek Gantar Bersama TNI dan Pol PP

berkata sebagian ulama’ salaf, “Sebaik-baiknya anugerah adalah akal, dan seburuk-buruknya musibah adalah kebodohan.”

Sebagian lagi berkata :

“Belajarlah! Karena tak seorang pun yang terlahir sebagai ulama’ dan tidaklah sama orang yang berilmu dengan orang yang bodoh.”

Sesungguhnya pembesar suatu kaum yang tidak berilmu itu nampak kecil apabila berada padanya suatu kumpulan.

Berkata Sahl bin Abdillah At Tustari Rahimahullah…

“Tiada kemaksiatan yang lebih besar daripada kebodohan”, beliau ditanya, ” Wahai abu Muhammad, adakah engkau mengetahui perkara yang lebih dahsyat daripada kebodohan?”, beliau menjawab “Ada!!, Yaitu bodoh dengan kebodohan (sudah bodoh ditambah tidak mengetahui bahwa dirinya bodoh)”.

Hal senada diungkapkan oleh Al Imam Al Ghazali, sebab bodoh dengan kebodohan akan menutup pintu belajar secara menyeluruh, dan orang yang merasa dirinya sudah berilmu akan enggan untuk belajar lagi.

Berkata Imam Khalil bin Ahmad Rahimahullah Ta’ala , manusia itu ada empat jenis…

1.Orang yang mengetahui dan dia tahu bahwa dirinya mengetahui. Orang jenis ini adalah orang berilmu, maka ikutilah dia.

2.Orang yang mengetahui, akan tetapi dia tidak tahu bahwa dirinya mengetahui. Orang jenis ini adalah orang yang lalai, maka bangunkanlah dia.

3.Orang yang tidak mengetahui akan tetapi dia tahu bahwa dirinya tidak mengetahui. Orang jenis ini adalah orang yang butuh petunjuk, oleh karena itu berilah ia petunjuk.

4.Orang yang tidak mengetahui dan dia tidak tahu bahwa dirinya tidak mengetahui. Orang jenis ini adalah orang bodoh, bodohnya bertingkat-tingkat, maka tolaklah dia.

Berkata Al Imam Abdullah bin Alawi Al Haddad, dalam kitabnya, Risalah Al Mu’awanah…

“Ketahuilah bahwasanya seseorang yang beribadah kepada Allah tanpa dibekali dengan ilmu, niscaya kemudharatan yang diperoleh lebih banyak daripada manfaatnya. Dan kemudharatan nya akan kembali menimpa dirinya disebabkan oleh ibadah yang diperoleh dari kejahilan.

Baca juga :  Terapkan Protokol Kesehatan, Polsek Antang Kalang Memberikan Contoh Kepada Masyarakat

Betapa banyak orang beribadah, memayahkan diri dalam beribadah, padahal yang dia lakukan adalah menetapi perbuatan maksiat. Dia mengira apa yang dilakukannya adalah perbuatan ta’at, atau perbuatan yang bukan maksiat, padahal sebenarnya itu adalah perbuatan maksiat.”

Syekh Al ‘Arif Billah Muhammad Ibnu ‘Arabi bercerita dalam kitab Al Futuhaat dalam bab wasiat..

Beliau menceritakan tantang seorang laki-laki dari kebangsaan Maroko. Lak-laki tersebut sangat rajin dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Suatu ketika dia membeli keledai betina, keledai itu tidak pernah dipekerjakannya sama sekali, melainkan digaulinya seperti seorang budak belian. Kemudian ditanya kenapa dia tidak pernah mempekerjakan keledai betina itu, malah justeru digaulinya, dia menjawab, aku tidak mempergauli keledai betina ini melainkan demi untuk menjaga kemaluanku dari berbuat zina. Ternyata dia tidak tahu bahwa menggauli binatang adalah diharamkan, ketika diberi tahu bahwa itu haram dan sama dosanya dengan berbuat zina, maka laki-laki ahli ibadah itu menangis sejadi-jadinya.

Orang yang tidak belajar ilmu niscaya tidak akan bisa melaksanakan hukum-hukum ibadah serta tak akan mampu melaksanakan hak-hak ibadah. Seandainya seseorang beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana ibadahnya para malaikat yang ada di langit namun tanpa dibekali oleh ilmu, niscaya dia termasuk daripada orang-orang yang merugi.

Oleh karena itu singsingkan lengan baju dengan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Kesampingkan rasa malas dan bosan. Jika tidak, maka dikhawatirkan berada dalam kesesatan, sebab kebodohan adalah perkara yang paling buruk.

Berkata Al Imam Ali bin Muhammad Al Habsyi, nafa’allahu bihi…

“Hilangnya waktuku membuatku sedih dan susah. Bagaimana mungkin, seorang yang punya waktu membiarkan ilmu begitu saja.

Sungguh aku heran pada orang yang memilih kebodohan sementara Tuhannya menyediakan anugrah kepahaman.”

Baca juga :  Patroli QR.3222A Lemahabang Melaksanakan Patroli Perbankan Bank Bjb

Wallahu A’lam Wa A’lam.

Semoga kita di tetapkan oleh Allah, dan diturut-sertai untuk mengambil bagian dari Warisan Sang Nabi tersebut…
Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

( A Widhy)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru