oleh

Jadi Sarana Edukasi di Tangsel, Center Of Quranic Civilization di Luncurkan

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Meski masih tergolong sebagai kota yang berusia muda, dan kebanyakan masyarakatnya berasal dari daerah urban. Kota Tangerang Selatan bisa dikatakan sebagai kota yang padat penduduk.

Dengan latar belakang masyarakat yang berbada, kehidupan masyarakat di Tangerang Selatan tersebut ternyata, bisa memberikan dampak yang positif, bagi pertumbuhan pembangunan dan penataan kotanya.

Adalah Center Of Quranic Civilization, salah satu “Kampung Belajar” yang ada di Komplek Lembah Pinus Sasmita Jaya yang terletak di Pamulang. Kampung  muncul atas insipirasi masyarakat setempat yang menggema kepada setiap warga.

Dengan memanfaatkan Mussola Kecil, yang merupakan Wakaf dari H. Darsoni, salah satu pendiri Universitas Pamulang. “Kampung Belajar” menjadi sentra edukasi, sentra intetaksi dan aksi sosial kemasyarakatan.

Ada Sentra Edukasi Leadership, Sentra Edukasi Al-Quran, Sentra Edukasi Olahraga atau Champion Area, Sentra Edukasi Ekonomi dan Bisnis, Sentra Edukasi Akhlakul Karimah atau Karakter dan sebagainya.

Demikian hal ini disampaikan Ketua Dewan Pembina Masjid Babussalam, Drs. Abu Hurairoh, dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana diterima redaksi KICAUNEWS.com, Selasa (08/08) di Jl. AMD Raya No 20, Kel. Pondok Kacang Barat, Pondok Aren Tangerang Selatan.

Dalam keterangan tertulisnya, Guru Sekolah di Al-Azhar Kebayoran ini menjelaskan, di Masjid yang yang terletak di kompleknya ini telah berhasil dibentuk menjadi pusat belajar.

“Di sini kita memiliki majelis taklim kaum bapak, majelis taklim ibu-ibu juga ada majelis taklim anak. Kita punya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Naura Babussalam dan banyak sentra edukasi di rumah-rumah tokoh masyarakat.” kata Dewan Pembina Masjid Babussalam, Abu Hurairoh.

Sementara setiap subuh, kata Abu Hurairoh menjelaskan, sepanjang tahun dilaksanakan tarjamah dan  tafsir al-Quran dan pada tiap pekannya ada kajian tematik yaitu kajian fiqh sunnah, siroh nabawiyyah, tahsin alquran, dan ada Islamic parenting class,

Baca juga :  MBR di Desa Telukagung Indramayu Diduga Lakukan Pungli Pada Pemasangan Ledeng

“semua itu aktivitas itu adalah bagian dari suatu gerakan membangun peradaban berbasis al-Quran yang merupakan modal utama partisipasi warga dalam pembangunan dalam rangka mewujudkan motto Kota Tangsel yakni Sehat, Modern, Religius,” jelas Abu.

Senada dengan Abu, Ketua DKM Masjid Babussalam, H. Romlah Syukur juga menambahkan, nama “Kampung Belajar” adalah sebutan sederhana, yang menggambarkan sebuah cita-cita dan ikhtiar warga mengekspresikan gairag beragama dan himmah ibadah.

“Gagasan pembangunan masjid ini lahir karena kian kuat kesadaran perlunya fasilitas yang mewakili semua fungsi pendidikan al-Quran. Ini mencakup fungsi ibadah, fungsi ekonomi, fungsi kesehatan, fungsi edukasi, fungsi silaturahmi dan muajahah, konseling dan berbagai fungsi lainnya,” kata H. Romlan.

Ketua Fundraising Team Pembangunan Masjid, Ibnu Khajar di tempat yang sama juga mengungkapkan, hadirnya wujud nyata fasilitas publik itu, baik masjid dengan segenap kebutuhannya, dan sumber daya manusia yang berdedikasi didalamnya, menjadi ikhtiar.

Dia (Ibnu Khajar) berharap, dengan adanya  “Lembah Pinus Kampung Belajar” bisa dijadikan sebagai salah satu model kehidupan masyarakat yang mewakili tagline Kota Tangsel.

Oleh karenanya, Ibnu Khajar, meminta do’a restu dan dukungan semua pihak agar rencana mulia ini dapat terwujud sesuai waktunya.

“Masjid ini rencananya akan dibangun dua lantai, lebih luas dan memadai untuk menopang aktivitas ‘Kampung Belajar’, bantuan para pihak akan memperlancar pelaksanaan rencana ini,” kata Ibnu Khajar.  (Red. Ed. Haji Merah/kicaunewscom).

Kampung Belajar. Foto. Istimewa.
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru