oleh

Makan bersama ciptakan Keharmonisan TNI Dan Masyarakat Di Aceh Selatan.

ACEH,  KICAUNEWS. COM – Dalam pelaksanaan tugas sebagai seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa), prajurit harus memiliki sikap dan prilaku yang baik dan menguasai 5 kemampuan teritorial agar dapat berbaur dengan masyarakat.

Bukan hal yang mudah bagi seseorang untuk menguasai psikologi massal, namun Babinsa memiliki itu, seperti halnya Serda Syarif yang merupakan Babinsa Koramil 02 Labuhanhaji Kodim 0107 Aceh Selatan senantiasa memegang semboyan atau pepatah “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”. Artinya dimanapun kita tinggal maka kita harus menjunjung tinggi adat istiadat setempat. Maka akan tercipta keakraban dan keharmanosisan bermasyarakat.

Ini terlihat saat Serda Syarif melaksanakan kegiatan Binter untuk menghadiri acara kenduri di sebuah desa binaannya Pasar Lama, Kecamatan Labuhanhaji, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (04/08/2017).

“Acara kenduri saya manfaatkan untuk momen silaturahmi dan pendekatan sehingga terjalin komunikasi sosial yang baik antara TNI dan rakyat,” ujar Serda Syarif yang terkenal ramah sama warga ini.

Acara kenduri merupakan adat dan tradisi masyarakat Aceh dalam setiap momen perayaan suatu kegiatan, seperti kenduri gunung, kenduri turun ke sawah, kenduri laut, kenduri resepsi pernikahan, kenduri jerat (makam), kenduri sunnah Rasul dan masih banyak kenduri lainnya.

“Jadi, kalau memasak untuk kenduri yang menjadi khas adalah gule kambing, gule kerbau, bahkan kalau yang ekonominya dibawah maka mereka akan buat gule bebek,” timpal Serda Syarif.

Berbicara masalah gule khas Aceh ini, Serda Syarif menyebutkan bahan pembuatannya terdiri dari rempah -rempah seperti kunyit,lada,bawang merah,bawang putih,cabe rawit,cabe merah dan rempah lainnya sebagai bumbunya.

Kemudian, jelasnya, dimasak bersama buah nangka yg telah dicincang dan potongan daging. Memasaknya dilaksanakan secara kebersamaan dimana masyarakat berkumpul disekitarnya sambil menikmati secangkir kopi dan teh.

Baca juga :  Polemik Papua, Mendagri Sebut Sistem Pemerintahan dan Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Salah satu warga Pasar Lama ahmad jauhari yang mendampingi Serda Syarif makan gule kambing menuturkan ada hal yang unik dalam makan gule kambing di labuhanhaji ini.

“Saat gulenya masak, warga dengan piring, baskom dan ember silih berganti mengambil di kuali bahkan sambil berebut, kalau tidak berebut seakan tidak ada seninya dan tidak ramai,” polos Ahmad Jauhari sambil tersipu malu malu di depan awak media

Ahmad Jauhari menambahkan, masyarakat bersama Babinsa Koramil 02 Labuhanhaji sudah begitu dekat dan akrab.

“Kenduri gule kambing ini salah satu wadah merekatkan kebersamaan dan keharmonisan TNI dan masyarakat,”

Perlu diketahui, masyarakat Aceh sangat menghormati tamu tak terkecuali TNI, jika sudah makan gule dalam sepiring, maka akan menjadi satu keluarga.

Ini merupakan suatu momen yang baik  untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sehingga tidak ada lagi jarak antara Babinsa dan masyarakat.

Danramil 02 Labuhanhaji, Kapten Inf Wahid menyampaikan hal yang sama bahwa Babinsa harus bisa merangkul masyarakat baik dari kalangan anak – anak, pemuda maupun orang tua.

“Terjalinnya silaturahmi yang baik merupakan awal keberhasilan seorang Babinsa dalam melaksanakan tugas membina masyarakat Desa Binaannya,” tutur perwira yang kharismatik ini.

Kemanunggalan TNI dan rakyat semakin tidak dapat dipisahkan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kedepan tugas semakin berat dan komplek. Harapannya Babinsa akan menjadi ujung tombak serta mata dan telinga TNI AD dalam membangun sistem pertahanan semesta.  Jayalah Babinsa, semoga rahmat Tuhan Yang Maha Esa selaku menyertainya. (By/Tris)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru