oleh

Tembok Urukan Roboh di Parung Benying, Warga Tuntut Tanggung Jawab Pengelola

TANGSEL, KICAUNEWS. COM – Dampak tembok urukan tanah yang roboh sepanjang 15 meter di RT 01/03 Kampung Parung Benying, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Sabtu, 29/7/2017, warga menuntunt tanggung jawab pemilik.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun tercatat ada beberapa rumah warga yang terkena dampak robohnya tembok tersebut. Rumah Pak Eko, Pak Adis, dan dan Pak Sarif adalah rumah yang terkena dampak paling parah karena berdekatan dengan lokasi.

Beberapa bagian rumahnya mengalami retak, sementara rumah warga yang lain hanya mengalami dampak banjir lumpur yang masuk ke dalam rumah, kata warga setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, diketahui bahwa, akibat hujan deras yang berkepanjangan menyebabkan pagar tembok setinggi lebih dari 2 meter, pada Sabtu, 29/7/2017, roboh.

Akibat peristiwa itu, beberapa rumah warga mengalami dampak berupa lumpur yang masuk ke dalam rumah dan tembok yang retak-retak.

Menurut bapak Eko, warga setempat yang rumahnya tidak terlalu jauh dari lokasi robohnya tembok tersebut, peristiwa itu bukan bencana alam, tapi murni kelalaian kerja (human error).

Pembangunan Pondasi yang kurang dalam menyebabkan tembok mudah tergerus air ketika hujan deras, dan roboh, sambungnya.

Di tempat yang sama, Eko, mewakili warga yang rumahnya terkena dampak, mengatakan,  “Kami minta pengertian dan tanggung jawab pemilik tembok tersebut untuk memperbaiki rumah kami yang rusak akibat peristiwa itu.”

Sementara itu, Ketua RT 1/03, Bambang, biasa disapa Bang-bang, menjawab pertanyaan awak media Senin, 1/8/2017, menjelaskan, benar ada musibah tembok roboh di wilayahnya. Namun, lanjut Bang-bang, masalah ini sudah selesai, sudah dimusyawarahkan, dan pihak pemilik siap bertanggung jawab.

Agus, pemilik tembok tersebut, yang juga warga Parung Benying, siap bertanggung jawab, kata Bang-bang.

Baca juga :  Tingkatkan Kewaspadaan Piket Mako

Pihaknya akan memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak dan juga akan memperbaiki tembok yang roboh dengan lebih baik lagi, dengan sistem terasering, agar tidak mudah roboh, lanjutnya.
Masih menurut Bang-bang, lahan yang dipagar tembok adalah lahan kosong milik pribadi Agus, bukan milik PT. Tri Andara. Jadi, tidak ada kaitannya antara tembok yang roboh dengan Cluster Tri Andara Residence, paparnya.

Simpang siur info yang didapat awak media juga menanyakan ke masyarakat sekitar mengenai lahan tersebut.
masyarakat pun mengatakan bahwa urukan itu untuk pembangunan claster milik triandara residence. Air yang mengalir begitu deras dari arah pasar menggerus pondasi dan menyebabkan tembok tersebut roboh, pungkasnya.
(Abi/Tris)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru