oleh

MENGURAI JALAN KUSUT ANTARA PEMERINTAH, ULAMA dan UMAT

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Dr. Ali Mochtar Ngabalin, MA, dan Tim Muballigh Indonesia terus mengayungkan langkah untuk bergerak ke depan dan sanggup menembus batas. Menjernihkan bahkan meruntukan tuduhan intoleransi dan berbagai stigma lainnya yang dialamatkan pada ummat. Menghadirkan sosok ulama dan oemat sebagai kekuatan kebangsaan yang diperhitungkan dan menentukan kiblat kehidupan bernegara di tanah air. Negara dg mayoritas ummat islam terbesar adalah sejatinya menjadi modal fundamental ketangguhan eksistensi Indonesia dlm pertarungan selama Pemerintah, Ulama dan Oemat Islam duduk sama bermartabat dan berdiri sama sederajat. Sebaliknya sejarah negeri ini akan tertimpa runtuh dan runyam bila Pemerintah mengambil jarak yang jauh dari ulama dan oemat apalagi memusuhinya. Sebuah nerasi sejarah mengisahkan kepada kita bhw keakraban rezim Ir. Soekarno dan Komunisme Indonesia, telah menjadi titik balik menggulingkan kekuasaan Ir. Sorkarno.

Pada Presiden Joko Widodo Jangan lagi mengulangi peristiwa kelam itu. Kita semua tidak menghendaki trauma buruk itu kembali menghantui kita. Jadikanlah Demokrasi Pancasila sebagai jalan keselamatan bagi kita semua anak negeri untuk mewujudkan kesejahteraan, martabat dan kesederajatan, dengan tidak saling menista, mendiskrditkan, mengintimidasi, apalagi mendiskriminasi sesama. Demokrasi Pancasila warisan terbaik dari Para The Founding Fathers untuk bangunan kebihnekaan Indonesia sepanjang zaman.

Dr. Ali Mochtar Ngabalin, dengan segala integritasnya maupun karakter pribadinya sebagai activis muballigh, dan keluasan keterpelajarannya akan sanggup mengurai benang kusut relasi antara Pemerintah, Ulama dan Oemat yang belakang ini mengalami kekusutan yang kusam.

Yakinlah ridloh Allah akan datang menyinari negeri ini, jika Pemerintahan Joko Widodo telah meretaskan berbagai prasangka buruk yang selama ini disandangkan pada Ulama dan Ormat Islam Indonesia. Prasangka buruk seorang Pemimpin Negara kepada Ulama dan Oemat menandakan rendahnya martabat serta buruknya karakter sebuah bangsa. Indonesia bangsa yang dimuliakan Allah bila penyelenggara negeri ini menghormati dan memberikan hak hak politik dan ekonomi yang proporsional pada mayoritas umat islam penghuni negeri ini.

Baca juga :  Punya Pengalaman, Masyarakat Riau Dukung Chairul Tanjung Jadi Cawapres Jokowi

MHR. Shikka Songge. Shandy JA Songge

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru