oleh

Ketua HMS Cabang Ciputat : Pemuda Harus Jadi Agen Perubahan

TANGSEL, KICAUNEWS.COM — Pada Acara Seminar Kebangsaan Dengan Tajuk ‘Peran Pemuda Sebagai Agen Perubahan’ yang digelar Di Rumah Makan Hosen’s Culinary Ciputat Tangsel yang dimotori oleh Lembaga Putra Bangsa menggandeng Kemendagri bekerja sama Himpunan Mahasiswa Sumbawa (HMS)  Cabang ciputat pada rabu, 2 Agustus 2017.

Ketua Himpunan Mahasiswa Sumbawa Gian Anugerah Pratama mengajak pemuda Indonesia untuk terus mengambil peranan dalam pembangunan bangsa. Pemuda disebutnya harus jadi agen perubahan.

“Pemuda Indonesia harus tetap tegak lurus menguatkan komitmen dan konsistensi dalam perannya sebagai moral force. Pemuda harus hadir dan mampu menumbuhkembangkan aspek etis dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan,” ungkap Gian Pada Seminar Kebangsaan yang digelar Di Rumah Makan Hosen’s Culinery Ciputat Tangsel.

Gian yang sedang KKN di semester VII Kampus UMJ itu meminta agar seluruh pemuda Indonesia terus bergerak dan konsisten menuju SDM yang berkualitas.
“Terus menjadi penegak serta pengawal moral dan karakter bangsa menjadi agenda utama yang tidak boleh diabaikan,” kata dia.

Pemuda pun disebut Gian harus berperan sebagai social control dengan menguatkan wawasan kebangsaan. Juga membangkitkan kesadaran atas tanggung jawab, hak, dan kewajiban sebagai warga negara, serta meningkatkan partisipasi dalam perumusan kebijakan publik.

“Peka serta peduli terhadap persoalan sosial yang mendera kaum muda dan bangsa Indonesia. Untuk itu pemuda harus tetap berkomitmen dan konsisten untuk berperang melawan pengangguran, kemiskinan dan persoalan sosial bangsa Indonesia,” ucapnya.

Dijelaskannya, Sebagai kontrol sosial, pemuda juga harus sigap dan hadir membantu saudara-saudara kita yang saat ini sangat menderita karena dampak asap.

Pemuda Indonesia diminta Gian untuk menjadi agent of change. Sebagai agen perubahan, pemuda harus konsisten untuk meneruskan dan meneguhkan komitmen dan konsistensi gerakan kepemudaan yang sudah dirintis sejak 1908.

“Untuk terus menjadi pemuda pelopor, pemimpin yang handal dan kuat dalam melakukan terobosan dan mendobrak setiap kebuntuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, memperkuat persatuan dan kesatuan serta memperkuat kesetiakawanan sosial di antara pemuda dan bangsa Indonesia,” urainya.

Tak hanya itu, generasi muda pun menurutnya harus mampu menjadi pelopor kemandirian bangsa serta mampu menghadirkan kepedulian dan jalan keluar bagi kemiskinan. Pemuda harus mampu menghadirkan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia.

“Bahaya dan ancaman terhadap bangsa ini semakin nyata. Bukan saja ancaman yang berbasis konvensional seperti ancaman invansi militer negara lain, bahaya operasi non militer non perang,” tutur dia.

Bahaya tersebut seperti persoalan pengangguran, kemiskinan, bahaya narkoba, ideologi radikal, bahaya ilmu dan teknologi yang tidak dimanfaatkan secara bijaksana. Selain itu juga bahaya kerusakan moral dan karakter bangsa serta kerusakan sumber daya alam dan lingkungan.

“Akankah pemuda hanya berdiam diri? Haruskah pemuda hanya berpangsku tangan menyaksikan kehancuran bangsa ini? Saya yakin jawabannya TIDAK! Pemuda tidak akan pernah berhenti untuk bergerak dengan nurani,” tegas Ketua HMS.

“Pemuda tidak akan pernah berhenti untuk mempertahankan negeri ini, untuk terus melawan kebatilan, terus berjuang melawan penindasan. Pemuda akan hadir dengan kepekaannya, kepeduliannya, solusinya, kerja nyatanya, komitmennya,” sambung dia.

Ia yakin Indonesia akan semakin maju dengan perjuangan tiada henti dari para pemuda. (red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru