oleh

Pasca Sarjana UIA Gelar Seminar Nasional Islam Dan Demokrasi

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Prof DR H Dailami Firdaus Selaku Ketua YAPTA dan Senator DKI ini memberikan sambutannya dalam pembukaan Seminar Nasional ISLAM & DEMOKRASI yang diselenggarakan oleh Pasca Sarjana UIA yang dibuka langsung oleh Ketua MPR RI di Jakarta, alhamdulillah lancar.

Acara di gelar dua hari.

Pada hari Selasa,25 Juli 2017 Hari pertama 08.00-17.30 WIB
di Auditorium Kantor Pusat Bank Bukopin, Lantai 3 Jl. MT.Haryono Kav 50-51, Jakarta Timur.

Hari kedua,Rabu/26 Juli 2017 pukul 08.00-12.30
di AUDITORIUM Lt. 8
Universitas Islam As-Syafi’iyah, Pondok Gede Jaktim

Acara ini dibuka langsung oleh Ketua MPR RI,
Dr. Ir. Dzulkifli Hasan
Dengan menghadirkan
Keynote speaker:
Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, MA
Dan Pembicara Tokoh tokoh Nasional

Prof Dr. KH. Ma’ruf Amin
Prof Dr. Komarudin Hidayat
Dr. Hidayat Nurwahid, MA
Dr. KH. Zainul Madjdi, Lc., MA
Prof. Dr. Din Syamsudin, MA
Prof. Dr. Mahfud MD
Dr. Hamdan Basyar, M.Si
Prof.Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, MH
Siti Hediati Suharto (Titi Suharto)
Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA
Dr. Ahmad Heryawan, Lc
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra
Prof. Dr. Deddy Ismatullah, SH, MA

Yusril Ihza Mahendra selaku ketua Partai Bulan Bintang
(PBB) Akan Menjadi Kekuatan Islam Moderat Untuk Memajukan Bangsa dan Negara.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menegaskan, partai yang dipimpinnya sudah pasti akan ikut Pemilu 2019, akan menjadi kekuatan Islam moderat utama di jagat politik tanah air. “Selama ini PBB selalu menempatkan diri sebagai kekuatan “ummatan wasatan” atau umat yang berada di tengah, bukan ekstrim kiri, bukan pula ekstrim kanan,” ujar Yusril disela-sela seminar “Islam dan Demokrasi” yang diselenggarakan Universitas Islam Asy-Syafiiyah di Gedung Bank Bukopin, Jakarta, Selasa (25/7/2017). Seminar yang dihadiri sekitar 500-an peserta itu dibuka oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Baca juga :  Lewat Kegiatan Belajar Mengajar, SMPN 2 Cisaga Sukseskan Pendidikan Dengan Terapkan Sistem Sekolah Bersih Lingkungan

Yusril mengatakan, PBB kini tengah melakukan konsolidasi internal memperkuat seluruh jajaran pengurus dan kader di seluruh tanah air. Sebagai partai moderat, PBB menerima Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara RI. Menurut Yusril, PBB sangat menghargai dan menghormati kemajemukan masyarakat. PBB juga membela kelompok keagamaan manapun yang ditindas, lebih-lebih yang ditindas itu adalah Islam dan umatnya.

Menyikapi gerakan-gerakan yang kerap dituding sebagai gerakan radikal, Yusril mengatakan, negara harus bersikap persuasif sebelum mengambil langkah hukum membubarkan mereka. Radikalisme bukan hanya ada di dalam gerakan-gerakan Islam, tetapi bisa muncul pada kelompok keagamaan dan kelompok ideologis manapun juga. “Bahkan radikalisme Pancasila pun bisa timbul juga. Jika mulai ekstrim menafsirkan Pancasila, memonopoli tafsirnya, dan menuduh-nuduh kelompok lain anti Pancasila semaunya sendiri pun bisa melahirkan kelompok Pancasila radikal dan ekstrim,” tegas Yusril.

Yusril menambahkan, Islam tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Umat Islam, lanjutnya, memberikan kontribusi yang sangat besar dalam  melawan penjajah, membangun kesadaran kebangsaan dan perjuangan merebut kemerdekaan. “Karena itu, PBB akan melawan habis-habisan jika ada kekuatan-kekuatan yang ingin menindas dan mengeliminir Islam di negara ini,” pungkas Yusril.

( A Widhy & Jejak Nusantara )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru