oleh

Dukung Palestina, Jokowi Perlu Contohi Soeharto

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — “Untuk mendukung palestina, Jokowi (Presiden RI) perlu mencontoh Soeharto,” demikian diungkapkan Karman BM selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) kepada media ini Senin (24/07/17), via telepon seluler.

Polemik yang terjadi antara Israel-Palestina semakin menjadi-jadi. Adapun info penutupan akses ke Al-Aqsha yang diikuti aksi kekerasan aparat Israel semakin massif beberapa hari terakhir. Aksi yang menyebabkan nyawa masyarakat sipil melayang itu mendapat perhatian dunia.

Salah satu contoh sebut Karman, yang mana Presiden Turki Recep Tayep Erdogan, pemimpin ummat Katholik Paus Fransiskus tak luput mengecam aksi brutal tersebut di hadapan jutaan pengikutnya.

Betapa tidak, karena beragama dan menjalankan keyakinan agama adalah hak asasi manusia yang diakui oleh seluruh bangsa dan negara di dunia. Maka untuk itulah semua pemimpin di dunia mengecam tindakan aparat Israel. Membela kemanusiaan dan HAM.

Indonesia masih kata Karman, sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif pun melalui Presiden Jokowi telah menunukkan simpati atas Palestina dan mengutuk tidakan aparat Israel.

Terdokumentasi, Presiden Jokowi menaruh perhatian khusus persoalan Palestina – Israel. Sampai-sampai memasukkan dalam salah satu butir kampanyenya pada Piplres 2014 lalu.

Tak tanggung sambung Karman, meski terkesan klasik, secara meyakinkan mengajak pemimpin dunia yang bersidang tingkat tinggi OKI untuk memboikot produk produk Israel “Meskipun ya tak kunjung datang juga bentuk konkret seruan boikotnya (Jokowi),” tutur pria asli Pagutan-NTB ini.

Kendati demikian, menurut hematnya cara-cara itu tidaklah cukup. Butuh cara yang progresif dan lebih berani. Ada baiknya Presiden Jokowi langsung datang Ke Al-Aqsha. Menembus barikade kesombongan aparat dan pemerintah Israel. Tak lain lanjut Karman, yakni mengikuti langkah yang pernah dilakukan oleh Presiden Soeharto, ketika konflik negara balkan. Menunjukkan keberpihakan pada muslim Bosnia melawan Serbia.

Baca juga :  Kriteria Cawapres yang Diinginkan Jokowi di Pilpres 2019

Soeharto langsung mendarat di bandara Sarajevo dan melewati Sniper Valley yang merupakan salah satu medan pertempuran waktu itu Bosnia Vs Serbia.

Saat itu, Soeharto tidak memakai helm baja sebagai penutup kepala. Tidak juga jas atau rompi anti peluru. Berpakaian seperti biasa sehari sehari di tanah air. Dan ketika ditanya oleh Syafri Samsodin alasannya kenapa nekat ke tengah daerah konflik itu, kita tidak punya uang dan harta untuk membantu Bosnia jawabnya.

“Apakah usul untuk langsung datang ke Al Aqsha, akan berhasil? Insya Allah, iya. Mengingat Indonesia adalah negara yang sangat dihitung oleh dunia,” tutup Ketum GPII ini.

Sumber : http://tribun-sumbawa.com

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru