oleh

Prediksi Pilpres 2019, KIH dan KMP Akan Kembali Terulang

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Meski masih terhitung dua tahun, konstelasi politik menjelang Pilpres 2019, sudah mulai panas. Persaingan antara koalisi Parpol pendukung pemerintah, dan koalisi oposisi pemerintah, akan kembali terulang.

Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) akan kembali terulang, namun dengan format yang berbeda. Demikian Prediksi itu disampaikan Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Tubagus Hasanudin.

Panggung Pilpres 2019 kata Hasanudin, diperkirakan akan tetap diisi oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto dengan gerbong pendukung yang tak jauh berbeda.

“Sedikit beda, adalah dukungan Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang semula menjadi pilar Koalisi Merah Putih (KMP) dalam mendukung Prabowo, dan kini sudah masuk dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH),” kata Tubagus Hasanudin.

Hasanudin memaparkan, peta kekuatan yang hampir tidak berubah ini jelas terlihat dari sikap fraksi-fraksi di DPR saat mengambil keputusan.

Yang terbaru, kata Hasanudin menambahkan, adalah soal Perppu Ormas. PDIP, Golkar, PKB, Hanura, NasDem, dan PPP yang merupakan partai pendukung pemerintah kompak mendukung Perppu.

Di sisi lain, masih kata Hasanudin, ada Gerindra, PKS, Demokrat, dan PAN. Suasana serupa juga terlihat di Pilgub DKI 2017, hingga rencana pemindahan ibu kota yang ditolak PAN.

Ketua DPD PDIP Jawa Barat ini, menyoroti PAN yang ada di kabinet namun tidak mendukung kebijakan presiden.

“Maka orang awam pun akan menyimpulkan bahwa Pilpres 2019 akan tetap menjadi pertarungan dua kubu yaitu KIH plus versus KMP minus. KIH Plus artinya, plus Golkar dan PPP,” tambah Hasanudin.

Oleh sebab itu, Tubagus mendesak agar, Jokowi merombak kabinetnya bulan ini atau tidak sama sekali demi persiapan Pilpres 2019. Secara terang-terangan, PDIP mendesak Jokowi mendepak kader parpol yang tidak setia.

Baca juga :  Gerindra dan PKS Siap Usung Prabowo di Pilpres 2019, Bagaimana dengan Jokowi ?

“Dari pada jadi duri dalam daging, mending terus terang saja membuat garis siapa yang akan dihadapi dalam Pilpres 2019. Reshuffle ini harus dilakukan bulan Juli ini, atau tidak sama sekali,” ungkap Tubagus. (Detik/Editor Kicaunewscom).

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru