oleh

PPP, NasDem Siap Usung Jokowi di Pilpres 2019, PKB Masih Belum Bersikap

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Setelah Rancangan Undang-Undang Pemilu diketuk dan disahkan menjadi Undang-Undang, dua Parpol koalisi pendukung pemerintah, PPP dan NasDem, langsung tetapkan Jokowi sebagai Capres di Pilpres 2019 mendatang.

Partai berlambang Ka’bah (PPP) kubu Romahurmuziy alias Romi, mendeklarasikan untuk kembali mengusung Jokowi sebagai Capres di Pilpres 2019 mendatang, di acara penutupan Mukernas PPP.

“Selama 33 bulan dalam konflik (kepengurusan), kader PPP sejati di seluruh Indonesia merasa Jokowi adalah kita. Kami PPP, kami Jokowi,” kata Ketua Umum Romi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara.

Di acara penutupan Mukernas PPP tersebut, dengan lantang Romi langsung membacakan ketetapan Mukernas PPP yang sudah disetujui oleh semua perwakilan DPW PPP seluruh Indonesia.

“Ketetapan nomor 1, tentang penetapan calon presiden dari PPP. Bahwa secara resmi PPP kembali mencalonkan Jokowi sebagai capres 2019,” kata Romi

Romi menjelaskan, kader PPP setuju untuk kembali mengusung Jokowi karena melihat rekam jejak selama hampir 3 tahun menjadi presiden.

Rekam jejak tersebut, kata Romi menambahkan, antara lain pembangunan infrastruktur, pemberantasan illegal fishing, membangun ketahanan pangan, dan kebijakan 1 harga BBM di Indonesia

“Maka para DPW menyampaikan pandangan positif pada pemerintahan saat ini,” jelas Romi.

Senada PPP, Politisi Partai NasDem, Teuku Taufiqulhadi di tempat terpisah juga menambahkan, sebagai Parpol pendukung pemerintahan Jokowi-JK, NasDem akan segera mengatur strategi untuk memenangkan kembali Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Berbeda dengan PPP, Partai NasDem dalam Pilpres 2019 mendatang, rencananya akan mencarikan calon wakil Presiden untuk bisa mendampingi Jokowi pada Pilpres nanti.

“Yang kami duga Pak JK Tidak bersedia lagi ikut untuk periode mendatang. Kami sedang memikirkan pendamping yang kuat seperti Pak JK,” kata Taufiqulhadi.

Baca juga :  keberhasilan Penjaga Bendungan Air Ciseel patut di apresiasi

Saat Jurnalis bertanya, siapa kandidat yang akan diusung menjadi Wakil Presiden, yang tepat dimata NasDem, muncul nama Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, yang akan pensiun bulan maret 2018 mendatang.

“Sejauh ini, di mata kami, yang cukup baik adalah Pak Gatot Nurmantyo, yang menjabat sebagai Panglima TNI sekarang,” kata politisi Partai NasDem, Taufiqulhadi.

Di tempat terpisah ketua DPP PKB, Lukman Edy menambahkan, mekanisme pembahasan dukungan ke Capres, masih dalam proses.

“Kontrak PKB adalah mengantar Jokowi-JK hingga selesai sesuai periodenya, yaitu di 2019. Kontrak PKB menyukseskan kabinet sampai rezim ini selesai dengan baik,” kata Lukman Edy

Sekedar informasi, saat ini Parpol koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-JK terdiri dari, PDIP, Golkar, NasDem, PPP, Hanura, PAN dan PKB. Namun Parpol di Parlemen yang sudah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi untuk maju di Pilpres 2019 hanya Partai Golkar.

Dengan adanya aturan Presidentian Threshold sebanyak 20-25 persen dalam UU Pemilu, maka tak ada parpol yang bisa mengusung capres sendiri.

PKB misalnya, yang hanya memperoleh sekitar 9,04 persen suara di Pemilu 2014 harus berkoalisi dengan parpol lain untuk mengusung capres, begitu pun dengan Partai berlambang kepala Banteng (PDIP) maupun Partai Golkar. (Detik/Editor Kicaunewscom).

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru