oleh

Wacana Munaslub Golkar Menguat, Ical dan Yorrys Prihatin 

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Wacana Munaslub yang bergulir, setelah Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus E-KTP, semakin menguat. Meski begitu, Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Yorrys Raweyai memastikan tidak akan ada Munaslub.

Adapun ramainya wacana Munaslub di Internal Golkar, kata Yorrys, bukan menjadi permasalahan, kader Partai diperbolehkan mendiskusikan masalah munaslub dan akan terus membuka ruang pendapat untuk para kader.

“Bisa saja sepanjang dia tidak menyuarakan hal-hal yang di luar substansi konteks itu. Ini kan demokrasi, kebebasan. Boleh saja (berbicara). Tapi nggak bisa ikut bicara yang macam-macam dalam strukturnya, tapi sebagai kader,” kata Yorrys kepada wartawan.

Yorrys mengaku prihatin dengan status tersangka Novanto, dan dia (Yorrys) juga meminta agar Partai berlambang pohon beringin (Golkar) harus tetap solid untul menghadapi Pemilu 2019 mendatang.

“Sekarang kita prihatin terhadap musibah yang kita alami ini. Pertama, bagaimana kita membangun solidaritas melaksanakan konsolidasi dengan melakukan agenda-agenda politik menuju (Pemilu) 2019. Itu dulu,” kata Yorrys.

Senada dengan Yorrys, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie menilai, penetapan tersangka oleh KPK pada Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, sangat memprihatinkan.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar selama dua periode ini lebih lanjut menjelaskan, pihaknya merasa prihatin, meskipun saat ini, Setya Novanto saat ini belum menerima surat pemberitahuan.

“Pertama tentu kita prihatin terhadap musibah yang dialami oleh Ketua Umum saat ini, yaitu penetapan beliau sebagai tersangka. Meskipun kita tahu Ketua Umum belum menerima surat pemberitahuan itu,” jelas ARB akrab dipanggil Ical, saat dimintai keterangan oleh Jurnalis.

Tak hanya itu, Ical juga memuji sikap DPP Partai Golkar yang langsung melakukan Pleno, saat Partai Golkar dihantam musibah. Ical sepakat dengan langkah DPP tersebut.

Baca juga :  Lepas Sambut Kapolsek Pondok Aren yang lama kepada yang baru

“Berdasarkan itu, kami menghargai satu gerak cepat dari DPP yang telah melakukan suatu rapat pleno pada hari ini untuk menanggapi dan melakukan respons terhadap berita-berita dan kejadian yang ada pada saat ini,” kata Ical.

Berikut ini adalah tujuh hasil keputusan dalam rapat pleno DPP Golkar.

1. DPP tetap konsisten melaksanakan hasil musyawarah luar biasa, khususnya yang berhubungan dengan dukungan terhadap pemerintah Jokowi-JK.

2. DPP tetap melaksanakan rapimnas tahun 2016, khususnya yang berkaitan dengan pencalonan Bapak Joko Widodo sebagai calon presiden 2019.

3. DPP tetap melaksanakan keputusan rapimnas 2016 untuk tidak melaksanakan munas luar biasa.

4. DPP setuju keputusan Ketum Golkar menugaskan Ketua Harian dan Sekjen untuk bersama-sama melaksanakan koordinasi dalam menjalankan fungsi-fungsi harian dan tetap berkoordinasi dan tetap melaporkan kepada Ketua Umum Golkar, yaitu Setya Novanto.

5. Berkaitan dengan proses pengambilan keputusan terhadap Undang-Undang Pemilu pada 20 Juli 2017 yang akan datang, seluruh anggota Fraksi diwajibkan hadir dalam memperjuangkan penegasan Partai Golkar.

6. DPP Golkar meminta anggota Fraksi pemenangan pemilu Indonesia satu dan dua dan seluruh koordinator wilayah untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh kader berkaitan dengan kondisi terkini Partai Golkar, baik internal maupun eksternal.

7. DPP Golkar menyikapi permasalahan dan antisipasi ke depan harus tetap berpegang teguh pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta seluruh peraturan pelaksanaan. (Detikcom/Ed. Kicaunews.com/Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru