oleh

Status Tersangka, KPK dan Ketua Golkar Siap Adu Bukti di Pengadilan

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Penetapan status tersangka yang menjerat nama Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto atas dugaan korupsi E-KTP, membuat semua kalangan, angkat bicara.

Sentov nama lengkapnya Setya Novanto yang juga menjabat Ketua DPR dinilai telah membuat citra DPR sebagai lembaga Wakil Rakyat rusak total.

Merespon hal tersebut, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto tidak tinggal diam atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Setya dan tim hukumnya saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan praperadilan.

Tim kuasa hukum Setya Novanto, Firmansyah Wijaya menuturkan, kemungkinan untuk menempuh jalur Praperadilan akan selalu ada.

Firman menjelaksan, saat ini pihaknya masih menunggu surat resmi penetapan tersangka dari KPK. “Saya akan meminta resmi surat penetapan tersangka agar jelas dasar hukumnya,” kata Firmansyah Wijaya saat dihubungi Jurnalis.

Diketahui, KPK telah menetapkan Ketua Umum Golkar sebagai tersangka kasus korupsi dalam proyek e-KTP pada Senin lalu. Ketua DPR ini diduga punya peran penting dalam proses perencanaan, penganggaran, pengadaan, dan mengatur pemenangan tender proyek senilai Rp 5,84 triliun itu.

Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar ini juga diduga menerima Rp 574 miliar dari proyek tersebut. KPK menyebut Setnov telah memperkaya diri, orang lain, atau korporasi dalam proyek e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Atas dugaan itu, Setya dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Tindak Pidana Secara Bersama-sama.

Menyikapi hal tersebut, Ketua KPK Agus Rahardjo mengaku siap, menghadapi gugatan Praperadilan Setya Novanto. Agus menegaskan, KPK siap, adu bukti di Pengadilan. “Kami meyakini dua alat bukti permulaan yang cukup. Adu bukti saja di pengadilan,” tegas Agus. (TEMPO/Ed. Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru