oleh

Soal Pencurian Cacing Sonari, Ini Penjelasan Mantan Deputi Basarnas.

JAWA BARAT, KICAUNEWS.COM- Jenderal Bintang 2, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin, yang juga mantan Deputi Basarnas, menilai kasus pencurian  Cacing Sonari, yang dilakukan oleh Didin, bukanlah hak yang sepele dan kecil. Hal ini dinilai Mayjen (Purn) Tatang akan menimbulkan kerusakan hutan yang luar biasa.

Jangan hanya karena kepentingan kelompok pemburu untuk merauk kekayaan dari pencarian cacing sonari, timbul rasa empati. Padahal dibalik itu ratusan pohon di kawasan hutan lindung dibabad habis, untuk memudahkan pelaku mencari cacing sonari.

Demikian hal ini disampaikan, Mantan Deputi Basarnas, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin dalam jumpa persnya, di Gedung Taman Nasional Gunung Gede Parango. Kepada tim Investigasi dan kepada awak media, sebagaimana dihimpun oleh KICAUNEWS.com di Lokasi, Tatang menyampaikan.

Tindakan pelaku perusakan hutan tersebut, telah mengalami banyak kerugian, sebanyak 300 pohon yang di tebang oleh para pemburu Cacing Sonari, akan berdampak dan akan mengakibatkan banjir di wilayah Cianjur.

“Jika ini di biarkan maka bencana akan datang.” kata Mantan Deputi Basarnas, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin.

Saat pencurian Cacing Sonari dibiarkan, Tatang menjelaskan, yang akan dialami saudara kita bahkan banyak daerah yang belum pernah terkena banjir sekarang sudah mulai terkena banjir.

“Banyak kerugian materil yang dialami bahkan nyawa pun akan menjadi korban akibat pelaku penebangan yang tidak bertanggung jawab tersebut” jelas, Tatang dalam jumpa persnya.

Masih jelas Tatang, Perburuan Cacing Sonari memang tidak main-main, sebab tidak saja masyarakat kalangan biasa yang turut berburu, ada dugaan sejumlah oknum pun terlibat didalam aksi perburuan si cacing sonari.

Untuk itu, Tatang menegaskan, pemerintah diminta harus ambil sikap tegas dengan kondisi rusaknya hutan kawasan TNGGP ini.

Baca juga : 

“Siapapun yang terlibat harus dilibas tanpa pandang bulu. Kami minta kepada pihak Pengelola TNGGP dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI jangan sampai terintervensi oleh siapapun. Karena ada hasil besar dari perburuan si cacing raksasa ini,“ tegas Tatang.

Sebagaimana informasi yang disampaikan, Plt Kepala Balai TNGGP, Adison, kejadian pencurian Cacing Sonari bisa disebut sebagai kegiatan yang black market. Sementara, kata Adison melanjutkan, manfaat yang dapat digunakan sebagai obat penyakit kuning, tipes.

“Cacing Sonari juga bisa dibuat sebagai bahan-bahan kecantikan, biasanya Cacing Sonari yang sudah diolah, dinegara Tiongkok, bisa dijadikan sebagai makanan Tringgiling dan hewan tersebut, dapat digunakan sebagai bahan produksi Sabu-Sabu.” jelas Adison.

Sebagaimana diketahui, Kawasan TNGGP adalah sebuah kawasan konservasi yang menempati posisi penting sebagai hulu daerah aliran sungai Citarum, Ciliwung, Cisadane, dan Cimandiri.

Sehingga kawasan TNGGP menjadi tumpangan penyumpai air bersih yang dinikmati lebih dari 30 juta penduduk diwilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Upaya yang akan dilakukan lebih lanjut yaitu berusaha menghentikan jantung dari para kelompok pemburu cacing sonari yang tidak bertanggung jawab karena dapat menghasilkan pencarian cacing sonari sebanyak 100 kg perbulannya.

Dengan harga perkilonya Rp 5 jt sampai Rp 6 jt kepada pengepul sehingga mengakibatkan ekosistem yang berada disana.

Melihat kejadian tersebut, Mantan Deputi Basarnas, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin meminta kepada aparat hukum, untuk dapat menangkap para pelaku lainnya, yang telah merusak lingkungan di kawasan TNGGP.

“Kami memohon kepada semua pihak agar tidak menutup mata atas terjadinya perusakan lingkungan yang berdampak pada bencana alam,” kata Mantan Deputi Basarnas, Mayjen (Purn) Tatang.

Selain itu, Tatang juga meminta, kepala semua warga, agar taat kepada hukum yang ada, dan mendukung aparat hukum untuk menindak tegas atas segala kesalahan yang telah dilakukan oleh para pengrusak hutan.

Baca juga :  Sosok Cantik di Piala Presiden 2018

“Kami memohon kepada warga negara Indonesia tanpa terkecuali harus taat kepada hukum yang berlaku dinegara, Kami mendukung aparat hukum untuk menindak tegas atas segala kesalahan yang telah dilakukan oleh para perusak lingkungan hidup dengan azas praduga tidak bersalah,” tegas Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin. (Tim Investigasi/Haji Merah/Kicaunews.com).

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru