oleh

Jungjung Tinggi Etika dan Idealisme, FPII Setwil DKI Jakarta Dikukuhkan

Forum Pers Independent Indonesia (FPII) yang lahir atas dasar niatan khusus dalam menjalankan  jurnalistik dan bernapaskan idealisme dan independen, tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan sebagai jiwa dan raga dalam tubuhnya.

Ketua Setwil FPII DKI Jakarta, Haris Supriono mengatakan, terbangunnya FPII bukan karena bayaran apalagi setoran. Sebagai kuli tinta dan juru warta yang independen, FPII tak mau dianggap sebagai “manusia munafik”. Sebab image wartawan independen dianggap sok jaim.

“FPII hadir bukan sebagai musuh Negara, karena tergabungnya awak media di FPII adalah manusia pilihan yang memiliki independensi tinggi dan tidak mudah tergoyah dalam menjalankan berbagai tugas jurnalistik,” kata Haris, Senin (17/07) dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta.

Jakarta, kata Haris, sebagai barometer pemerintahan di Republik ini, kata Haris, sangat berpengaruh kuat didalam menyajikan informasi-informasi ter up to date. Maka Tidaklah mudah menjadi jurnalis di Ibu Kota, tantangan dan rintangan pun tanpa sekat dan nafas.

“Maka rambu-rambu, etika, estetika, etitut adalah acuan ketat bagi awak media independen. Untuk itu kami bertekad akan memperkuat pondasi dengan nawaitu dan niat yang tulus dalam pengabdian kepada bangsa tercinta. Sebab terwujudnya cita -cita luhur, merupakan garda terdepan dan pilar ke empat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Haris mengatakan, keinginan kuat pihaknya bergabung dalam FPII hanya ingin memperkuat dan mempertahankan jiwa independensi sebagai jurnalis sejati, maka dengan semangat serta motto “Kami Jurnalis Bukan Teroris” adalah sebagai motivasi dan suport dalam langkah dan perjalanan sebagai pewarta.

“Jurnalis tegas dalam menulis, tegap dalam bersikap dan selalu siap dalam bertugas. Alhamdulillah, atas kekuatan dan kebesaran Alloh SWT hingga keinginan menjadikan FPII melebarkan sayapnya terwujud,” kata Haris.

Baca juga :  Pasca Dikukuhkan, Ini Susunan Pengurus FPII Setwil DKI Jakarta

Hal ini, masih kata Haris, terbukti Forum Pers Independent Indonesia (FPII) telah mengukuhkan forum tersebut di wilayah DKI Jakarta. Dengan terbentuknya FPII Sekretariat Wilayah DKI Jakarta, maka semakin besar kekuatan kegiatan kejurnalistikan di Ibu Kota tercinta ini. Sehingga FPII yang dianggap forum “sampah” kini terbukti mampu dalam berkarya tanpa ada pendana.

“Tidak ada meminta-minta, apalagi tindakan memeras pejabat. FPII hadir dengan kekuatan jurnalis independen yang benar-benar lahir dalam keberagaman dari sekian ratus media massa,” kata Haris.

Haris menambahkan, FPII Setwil DKI Jakarta telah mendapatkan amanah dan amanah dalam menjalankan roda organisasi kepengurusan kewartawanan dalam menciptakan dan mencetak jiwa-jiwa jurnalis yang professional dan menjunjung tinggi independensi jurnalistik sejati.

Kebanggaan bagi FPII Setwil DKI Jakarta adalah dalam acara pengukuhan FPII Setwil DKI Jakarta mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Untuk itu saya sampaikan terima kasih kepada Ibu Ketua Presidium FPII Kasih Hati, seluruh jajaran Presidium, Ketua Setnas, Bapak Mustofa Hadi Karya dan Jajaran Seknas, Direktur Rumah Media Bapak D. Roy Wijaya, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, bapak Adison yang telah banyak membantu dalam kegiatan pengukuhsn serta, Bapak Kajari Cianjur dan seluruh rekan-rekan media member of FPII dimana pun berada,” tegas Haris. (Haji Merah/Kicaunews.com).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru