oleh

Ini Fakta Dibalik Kasus Cacing Sonari, Hutan Rusak Parah

JAWA BARAT, KICAUNEWS.COM – Perburuan Cacing Sonari, yang dilakukan oleh salah satu oknum bernama Didin yang saat ini sudah menjadi tersangka di Pengadilan Negeri Cianjur, berakhir pada pengrusakan hutan.

Akibat dari ulah tersangka, hutan lindung yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Jawa Barat, ratusan pohon di kawasan hutan lindung tersebut dirusak.

Sebagaimana dituturkan Plt Kepala Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Adison, Pengrusakan hutan terjadi disetiap ketinggian 2200 Meter, dengan suhu 5 Derajat.

Pengrusakan di ketinggian tersebut lantaran, Cacing Sonari hanya berada di Pohon terbaik di Gunung tersebut, diantaranya Pohon Jati.

“Pohon yang ditebang tidak dibawa oleh kelompok perusak hutan, melainkan hanya ditinggalkan begitu saja, dari hasil Investigasi pelaksana petugas ternyata kelompok tersebut hanya memburu Cacing Sonari.” tutur Adison.

Selain itu, Adison lebih lanjut menjelaskan, perburuan Cacing Sonari tersebut, dilakukan oleh oknum si pencuri tersebut lantaran, harga Cacing Sonari berharga tinggi. Harga per-kilo gram Cacing Sonari, kata Adison, berkisar sekitar 5 Juta sampai 6 Juta.

Saat tim Investigasi mencoba mendalami kasus tersebut yang diinisiasi oleh Rumah Media dan beberapa media, salah satunya media online KICAUNEWS.com, fakta yang didapat, ratusan pohon tumbang.

Direktur Rumah Media D. Roy Wijaya membeberkan, kegiatan investigasi yang di balut dalam tema wisata rimba merupakan kegiatan yang luar biasa.

Selain membutuhkan waktu yang lama di perjalanan, kegiatan ini juga merupakan kali pertama, dan tidak semua Jurnalis mampuh menjangkau ke Lokasi pengrusakan hutan tersebut.

“Selaku penanggungjawab, kegiatan Wisata Rimba merupakan kali pertama dilakukan oleh sejumlah awak media. Karena selain berwisata di alam bebas,   misi yang diembannya adalah mengungkap fakta dari kasus pemburuan cacing Sonari di kawasan Hutan Gunung Gede Pangrango,” beber, Direktur Rumah Media, D Roy Wijaya.

Baca juga :  Memperingati HUT RI Ke 75 Tahun, Tim Jaguar Tangsel Pasang Banner Di Beberapa Titik Di Kota Tangerang Selatan

Kegiatan Investigasi ini, jelas Roy, sengaja di lakukan, sebab ada ketidak jelasan atas nasib rusaknya hutan lindung. Pelaku modusnya adalah mencari cacing. Namun dalam prakteknya melakukan pembabadan pada hutan. “Bagaimana Pertanggung Jawabannya, ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja,” jelas Roy,

Siapa pun yang terlibat, masih kata Roy, tentu harus dilibas, tanpa pandang bulu. Seusai melakukan Investigasi, tim Investigasi Wisata Rimba pun menggelar Jumpa Pers dengan dihadiri Plt Kepala Balai, Adison, dan mantan Kepala Basarnas, Mayjen TNI (Purn) Tatang, di Lokasi.

Dalam jumpa pers tersebut, Roy mengungkapkan, kontrol sosial yang dilakukan oleh beberapa awak media, diantaranya untuk mengungkap, kronologi, terjadinya perburuan Cacing Sonari.

“Pertama kali seorang warga yang berhasil menjual membuat dia menjadikan suatu bahan pencarian ekonomi dengan adanya para pemesan dan pemilik modal yang membutuhkan cacing sonari tersebut.” ungkap Roy.

Sekedar informasi, sebagaimana telah diatur dalam siapa saja yang merusak hutan lindung bisa dikenakan hukuman, sebagaimana telah diatur dalam UU No 41 Tahun 1999 Tengang Kehutanan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Ketentuan Pidana tersebut diatur dalam Pasal 78 Ayat (12) Jo, Pasal 50 Ayat (3) hurup e dan/atay hurup m.

Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin, di tempat yang sama juga mengungkapkan, pengrusakan hutan lindung di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrangon, sangat memprihatinkan.

Sebab pengrusakan tersebut, kata Mayjen TNI (Purn) Tatang, akan mengakibatkan pada longsornya tanah, banjir yang itu akan menyengsarakan warga.

“Saya sebagai warga asli Cianjur merasa bertanggung jawab terhadap hutan lindung dan saya juga prihatin mengenai kasus pembabatan pohon yang berada di Taman Nasiona Gunung Gede Pangrango,” kata Mayjen TNI (Purn) Tatang, dalam jumpa Persnya. Sekitar +/- 3,5 hektar dengan jumlah +/- 300 pohon, kata Mayjen TNI (Purn)  dibabat habis oleh para pemburu, yang dilihat sendiri olehnya. (Tim Investigasi/Group Kicau/Haji Merah).

Baca juga :  Polsek Bandung Wetan Polrestabes Bandung Sosialisasi 3M 1T Dan Himbau Minimarket Tutup Tepat Waktu

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru