oleh

Carut Marut Seputar PPDB, KNPI Tangsel Minta Airin Benahi Sistem

TANGSEL, KICAUNEWS.COM –– Puluhan massa dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menggelar aksi unjuk rasa di balaikota Tangsel, Jalan Raya Maruga, Ciputat, Rabu (12/8). Massa KNPI tersebut menilai, proses PPDB untuk tahun ajaran 2017-2018 itu, diduga kental dengan praktik pungutan liar (Pungli) terutama pada PPDB tingkat SMP.

Pantauan dilokasi, spanduk bertuliskan ‘Stop Komersialisasi Pendidikan’ dan ‘Turunkan Airin’ dibentangkan oleh massa KNPI. Selain spanduk, mereka juga meletakan leaflet didepan pintu masuk dengan beragam tulisan diantaranya ‘Kota Maju Otak Rakyat Mundur’, ‘Pecat Koruptor Di Tangsel’, ‘Pemkot Tangsel Harus Bertanggung Jawab Atas Pendidikan di Tangsel’, ‘Kembalikan hak-hak rakyat’, ‘Tangsel Butuh Pendidikan Yang Layak’, Pendidikan Jadi Ladang Korupsi di Tangsel’, ‘Jangan Bodohi Kami’ dan ‘Jangan Bunuh Pendidikan Kami’.

Koordinator aksi Aan Sunarya mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukannya merupakan tindak lanjut terhadap maraknya pengaduan oleh orang tua siswa terhadap jalannya proses PPDB di Tangsel. Apalagi, sejak jauh-jauh hari, KNPI Tangsel telah membuka Posko Pengaduan Publik untuk jalannya PPDB tersebut.

“Kita ingin PPDB di Tangsel ini bersih dari praktik-praktik yang dapat merugikan masayarakat Tangsel. Karena sejak dibukanya posko, kami banyak mendapat pengaduan dari orang tua murid,” katanya menjelaskan kepada wartawan.

Aan juga meminta agar pemkot bertanggung jawab terhadap carut-marutnya PPDB yang berlangsung di Kota Tangsel. “Walikota harus membenahi sistem pendidikan yang semrawut di Tangsel. Jika tidak, kita akan kembali turun kejalan dengan massa yang lebih banyak,” bebernya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Jendral KNPI Tangsel, Sigit Sungkono mengungkapkan, persoalan PPDB yang diselenggarakan tiap tahunnya di Kota Tangsel, menjadi persoalan serius yang dialami para orang tua murid. Padahal, menurut Sigit, pada saat berlangsungnya PPDB tahun lalu, pihaknya telah mendapat kepastian jika PPDB tahun ini akan berjalan sesuai dengan sistem yang lebih baik lagi.

Baca juga :  kesbangpol DKI Gelar Acara Peningkatan Pemahaman UU Bidang Politik Untuk Panwaslu Kecamatan se DKI Jakarta

“Ini masih saja seperti tahun kemarin, ini sudah menjadi kasus seperti tahun kemarin. Ini kan satu tahun pemkot tidur, walikota kemana?,” ungkapnya.

Untuk membenahi sistem pendidikan yang ada di Tangsel, lanjut Sigit, Walikota harus memanggil dinas terkait agar secepatnya sistem yang ada di perbaiki.

“Jadi tidak ada alasan lagi tahun depan ada kasus yang sama seperti tahun ini. Walikota harus membenahi sistem yang ada saat ini agar lebih baik lagi,” tandasnya. (Dra)

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru