oleh

PPDB Jadi Masalah Baru, DPRD Kota Tangerang, Akan Panggil Kembali Kepala Dinas Pendidikan

KOTA TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Kisruh dan carut marutnya Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Tangerang, sebagaimana telah diatur dalam Permendikbud No 17 Tahun 2017, membuat semua kalangan masyarakat kecewa dengan pemerintah.

Dalam merespon hal tersebut, Komisi II DPRD Kota Tangerang, Senin (10/07) memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang, untuk berdialog dan mendengarkan penjelasan dari Dinas terkait.

Sekertaris Komisi II DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Gerindra, Amarno W. Wiyono menjelaskan, dalam sistem PPDB di Kota Tangerang, telah terjadi permasalah baru, terutama pada masalah zonasi.

Meskipun Walikota Tangerang, Arief R Wismanyah, kata Amarno, sebelumnya telah mengeluarkan aturan namun aturan yang telah dikeluarkan tidak menyelesaikan masalah yang ada.

“Meskipun oleh Walikota telah diubah menjadi Zonasi, Nem dan Umur, itu pun tidak menjadi solusi.” kata Sekertaris Komisi II DPRD Kota Tangerang, Amarno di ruang Fraksi Partai Gerindra, Gedung DPRD Kota Tangerang.

Kepada Group Kicau, Amarno menjelaskan, semua dewan dan semua masyarakat, mengalami masalah yang luar biasa sama, dan dalam pertemuan tersebut, kepala Dinas Pendidikan memberikan jawaban yang normatif.

“Kami tadi mengundang kepala dinas dan semua dewan bertanya pertama tentang zonasi, pak kadis jawabnya juga normatif, dengan landasan Permendikbud No 17 Tahun 2017 yang isinya itu zonasi.” jelas Amarno.

Senada dengan Amarno, Sekertaris Fraksi Partai Gerindra Kota Tangerang, Turidi Susanto berjanji akan mengawal dengan tuntas permasalahan PPDB di Kota Tangerang yang carut marut ini. Kepada Group Kicau, Turidi menjelaskan, kebijakan yang dibuat oleh Walikota dengan menggunakan nem, sangat Injurie Time.

“Jadi dari fraksi Gerindra, kita pasti akan kawal tuntas persoalan ini. Melihat fenomena hampir semua, dan Walikota membuat kebijakan, menggunakan nem itu di waktu yang Injurie Time, dan ini menjadi persoalan baru,” jelas Turidi Susanto saat dimintai keterangan, usai menggelar rapat dengan Kepala Dinas Pendidikan.

Baca juga :  Maknai Lebaran, Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Sapa Warga dan Open House

Intinya Fraksi Gerindra, lanjut Turidi, ini kami ada 6 Dewan akan mengawal secara tuntas, sehingga rasa keadilan itu, akan didapatkan oleh semuanya.

“Karena saat ini sudah ada bahasa nasi sudah menjadi bubur, dan lain sebagainya, yang kita sayangkan kepada Pemerintah Kota Tangerang ini adalah, terlalu menerima kebijakan pusat ini diambil secara begitu saja,” lanjut Turidi kepada Group Kicau.

Selain itu, Turidi juga menegaskan, jika dalam prakteknya, Dinas terkait melakukan permainan di dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru, maka Fraksi Gerindra Kota Tangerang akan menindak tegas.

“Jika ada permainan di dalam PPDB oleh dinas terkait, misalnya satu celah saja di permainkan, Fraksi Gerindra akan tindak tegas.” kata Turidi, Tegas.

Sebagaimana diketahui, pasca adanya kisruh soal sistem PPDB di kota Tangerang, DPRD langsung memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan segera melakukan dialog terkait hal tersebut. Namun dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang, belum bisa memberikan solusi.

Rencananya, Komisi II DPRD Kota Tangerang, hari Rabu (12/07) mendatang, akan kembali memanggil Kepala Dinas terkait, dan semua Kepala Sekolah se-Kota Tangerang, untuk mendengarkan pendapat, terkait kisruh PPDB di Kota Tangerang.

Usai menggelar pertemuan, di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang, Abduh Surahman menjelaskan, persoalan PPDB saat ini sudah ditindak lanjuti oleh dewan dan semuanya sudah diambil alih oleh dewan.

“Dewan akan memanggil semua kepala sekolah se-kota Tangerang, untuk hiring di dewan. Jadi nanti itu aja. Mereka nanti akan dipanggil dewan untuk menjelaskan.” kata Abduh Suharman, di Gedung DPR Kota Tangerang, usai menggelar pertemuan dengan DPRD Kota Tangerang di Ruangan Bamus. (Deni/Group Kicau)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru