oleh

KPK Cium Indikasi Korupsi Pembangunan Puspem Tangsel

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Laporan Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tangerang Raya, terkait Pembangunan Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan tahun 2013-2014, yang serahkan pada 24 Agustus tahun 2015 kemarin, akhirnya resmi ditanggapi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut terlihat dari, Surat Penyidikan yang dikeluarkan KPK dengan nomor surat 6301/08/2015, tertanggal 17 September 2015. Laporan tersebut, dilakukan oleh Aliansi LSM lantaran, adanya indikasi Mark Up Proyek dan Permainan Tender Pembangunan Pusat Pemerintahan Tangerang Selatan, Tahun Anggaran 2013-2014 dengan jumlah, 48,5 Miliar rupiah.

Indikasi Mark Up Proyek Pembangunan tersebut, pada saat itu dimenangkan oleh PT Berantas Abipraya (Persero).

laporan aliansi lsm 24 Agustus 2015 terkait adanya indikasi mark up proyek dan permainan tender pembangiunan puspem tangsel anggaran 2013-2014 sebesar 48,5 miliar yang dimenangkan PT Berantas abipraya (Persero).

Tatang Ketua Aliansi LSM Tangerang Raya mengungkapkan, KPK telah mengeluarkan Surat penyidikan Nomor 6301/08/2015 tertanggal 17 September 2015, dan surat Penyidikan nomor 2801/02/2017 tertangal 3 Februari Tahun 2017.

“Hari ini Pak Joko dipanggil dan diperiksa di gedung kpk untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” kata Ketua Aliansi LSM. Hal ini ditindaklanjuti dengan dipanggil direktur PT Citra Prasasti Konsorindo, Joko Adi Wibowo sebagai pihak yang menyanggah saat proses pertenderan.

Ketua Aliansi LSM Tangerang Raya ini menegaskan, pihaknya akan terus mengawal proses ini sampai tuntas dan berharap pertenderan mulai dari anggaran tahun 2015 sampai 2017 juga dilakukan penyidikan.

Sebab diduga juga terjadi penyimpangan yang dilakukan oknum panitia lelang di berbagai dinas. Dugaan penyimpangan tender dari 2015 sampai 2017, berkasnya juga telah kami sampaikan. Termasuk nama-nama oknum mafia proyek di tangsel,” tegas Tatang. (Haji Merah/Group Kicau).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru