oleh

Ratusan Sukwan Disparbud Pangandaran protes keras Bila di rumahkan

PANGANDARAN, KICAUNEWS. COM -Buntut dari dugaan adanya kebocoran yang terjadi di beberapa pintu masuk obyek wisata Pangandaran selama libur Idul Fitri 1438 H kemarin  membuat oleng pemerintah daerah, hingga ada rencana untuk merombak seluruh petugas pintu masuk,  bahkan akan merumahkan sebagian besar tenaga sukarelawan yang ditenggarai sebagai penyebab kebocoran.

Dalam mnyikapi hal itu salah satu petugas sukwan pintu tol Obyek Wisata Batukaras Taofiq (37) mengatakan, dugaan keterlibatan para sukwan terkait kebocoran disetiap pintu masuk obwis sebaiknya menjadi evaluasi pemerintah, “Sebaiknya kejadian seperti ini menjadi renungan dan perhatian pemerintah daerah apakah pihaknya telah memberikan kesejahteraan yang cukup kepada kami yang bekerja siang malam untuk mengejar target PAD yang setiap tahun terus naik, jangan malah dijadikan kambing hitam, “ungkapnya.

Taofiq mengatakan, dirinya sudah 5 tahun menjadi sukwan di UPTD Disparbud Cijulang cukup makan asam garam, selama itu pula belum satu rupiahpun menerima upah resmi dari pemerintah daerah, namun dirinya percaya akan rajeki yang diberikan Tuhan, dengan ketekunan dan keteguhan mengabdi tanpa upah tak ayal dapat menjalaninya hingga lima tahun.

Kini terkait isu akan adanya pergantian petugas hingga isu sukwan akan dirumahkan, Taofiq hanya mengelus dada seraya merasakan pedih yang mendalam, ” Pikirnya PAD yang didapat milyaran rupiah tanpa campur tangan kami para sukwan, apakah pikir mereka uang tersebut masuk sendiri tanpa ada yang bekerja untuk mendapatkanya. Kamilah yang bekerja siang malam. Kami yang mengisi pundi PAD saat orang lain tertidur pulas, kamilah yang saat lebaran tidak diberi THR tapi tetap bekerja”, ujarnya.

Karena itu, dirinya merasa prihatin akan kebijakan pemerintah daerah , ratusan sukwan dibawah Dinas Pariwisata yang bekerja bertahun tahun lamanya dan sudah jelas kontribusinya tidak pernah difikirkan  kesejahteraanya, pemerintah malah membentuk organisasi lain dan langsung diberi upah yang menghabiskan uang rakyat ratusan juta rupiah”, Aneh kadang, kami yang sudah jelas mempunyai andil mengisi pundi PAD dianggap sebelah mata, ungkapnya.(Eris/Agus)****

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru