oleh

Kenangan Bersama Teater Aquila Jakarta

JAKARTA, KICAUNEWS.COM Mengulas panjang kenangan berkesenian memang tak bisa lekas hanya dalam hitungan jam. Tetapi waktu adalah peristiwa dimana kelak itu akan berharga.

Kelompok kerja Teater Aquila yang telah berdiri di awal tahun 80 an di Gelanggang Remaja Bulungan Jakarta Selatan merupakan kelompok atau grup Teater yang telah banyak menoreh prestasi baik di tingkat lokal Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta maupun kancah nasional.

Dan seorang Rik A Sakri tak bisa lekang dari kenangan bersama Teater Aquila sebab dialah, Sutradar,  motor sekaligus nahkoda yang sedang dan terus berjalan membentangkan layarnya di dunia kesenian khususnya Teater di Indonesia.

Peraih anugerah budaya Jakarta Selatan inipun  kembali mengundang para anggotanya untuk kembali “pulang” sebagai ajang silaturahmi dan halal bil halal usai lebaran. Ia mengistilahkan mengingat kembali baik atau buruk hidup saat dulu, sebagai cermin untuk perjalanan ke depan kelak.

Ketika semua berkumpul di rumah salah satu anggota di bilangan Pondok Ranji Tangerang Selatan (9/7) banyak tokoh tokoh kesenian dan aktor teater hadir anyata lain, Jack Hamzah, Agusrak, Abdul Latief, Lia Jeliteng Risa, bahkan tampak Jokojoker Pantomimer Indonesia saat ini.  Mereka saling berebut kangen dan mengunyah sejumput kenangan indah masa silam.

Jika digambarkan, dunia seperti kembali penuh warna, canda tawa, mengingat masa masa 20 hingga 33 tahun lalu dimana Rik A Sakri seperti dikatakan Toto Prawoto dedengkot Teater di Bulungan Jakarta menyebut Rik itu sebagai pekerja seni yang detil, teliti. Tak heran bila karya pementasan Syeh Siti Jenar tahun 1987 begitu monumental dan  fenomenal  hingga mendapat pujian sang maestro Film almarhum Teguh Karya.

Kedekatan Teguh Karya sebagai guru dengan Rik A Sakri sebagai murid dan sinergi yang diciptakannya membuat Teater Aquila dan Keluarga besar Teater Populer milik Teguh Karya masih terjalin komunikasi hingga kini. (Red/Tyo)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru