oleh

Tak Takut, TNGGP Tetap Lanjutkan Proses Hukum Kasus Cacimg Sonari

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Kawasan taman nasional merupakan benteng penjaga keanekaragaman hayati Indonesia, sehingga tiap pihak yang melakukan perusakan terhadap kawasan ini, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, sudah melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum.

Kami heran atas pelapor yg melaporkan adanya kerusakan di TNGGP ke Gakum, setelah di tangkapnya tersangka kok si pelapor malah membela si perusak hutan, bahkan si pelapor mengatasnamakan peduli lingkungan, ada apa ini.

Demikian hal ini disampaikan, Plt Kepala Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Adison, Jumat (07/07) dalam Pernyataan tertulisnya kepada Group Kicau.

Padahal dari dasar hukumnya, kata Andison, sudah jelas hal itu telah melanggar undang undang dan yang lebih heran di pengadilan para pencari  muka ini penasaran dan masihmembela mati matian terhadap terdakwa.

“Bahkan lebih kejam lagi sudah memfitnah terhadap TNGGP, kalo personil kami terlibat dalam usaha cacing. Bila saja terdakwa terbukti bersalah nanti, kami akan minta pertanggung jawaban hukum sipelapor karena sdh memutarbalikan fakta” kata Adison, dalam pernyataan tertulisnya.

Adison mengaku heran dengan banyak berita mengenai penangkapan terdakwa di media online maupun media tv, banyak orang yang tidak mengerti masalahnya ikut membela pelaku.

“Maka untuk itu perlu adanya pelurusan berbagai berita miring tersebut. karena saat ini sedang berlangsung persidangan terdakwa.” kata Andison.

Didin, pencuri cacing Sonari, tambah, Andison, secara sporadis telah merusak hutan dan dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat dimana didin sebagai pengepul dan penjual cacing hasil pencurian tersebut kepada berbagai cukong untuk di eksport ke China dan Jepang.

Kini, masih tambah Andison, persidangan sudah memasuki pemeriksaan saksi saksi dan dalam minggu ini akan dilakukan penuntutan terhadap pelaku. Namun kata Adison, sebelum sampai pada pemeriksaan saksi pihak pembela melakukan epsepsi.

Baca juga :  Antisipasi gangguan keamanan dan Cegah Covid 19 Kapolsek Sinjai Borong Polres Sinjai Laksanakan Patroli

“Tetapi ditolak hakim, sehingga pada akhirnya majelis hakim pengadilan Cianjur memutuskan putusan sela dan terus dilanjutkan karena hakim berkeyakinan atas alat bukti yg ada di persidangan.” kata Andison. (Red. Group Kicau/Den).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru