oleh

Dailami Firdaus Sesalkan Penayangan Video Kau Adalah Aku Yang Lain

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengutuk keras pelaku kriminal yang melukai dua anggota Brimob menjelang HUT ke-71 Polri. Namun sangat disesali apabila umat Islam masih selalu didiskreditkan terutama terkait adanya video hasil lomba yang disebarluaskan.

“Indikasi itu tampak dari video berjudul Kau adalah Aku yang Lain, yang diunggah Divisi Humas Mabes Polri. Ini membuat saya miris karena instansi yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat tapi kok justru malah berbuat sebaliknya,” ujar Prof Dailami Firdaus, anggota DPD asal DKI Jakarta, dalam rilisnya kepada wartawan, Senin (3/7).

Video itu, ia menilai, mempertontonkan seolah-olah Umat Islam intoleran, juga pengajian yang merupakan bagian dari syiar Islam seolah-olah mengganggu ketertiban umum dan semena-mena.

“Sebagai Senator dan Putra Daerah Jakarta, saya sangat menyayangkan segala bentuk tindakan yang jelas-jelas mendiskreditkan & melemahkan Syiar Islam,” tegas putra almh Tutty Allawiyah, pendiri Ponpes Assyafiiyah. “Untuk itu saya mendesak Polri atau siapapun yang cinta Tanah Air untuk menjauhi provokasi berbau SARA.”

Islam terasa didiskreditkan, katanya, mulai kriminalisasi gerakan ulama karena meminta penegakan hukum penistaan Islam oleh Ahok, teror bom Kampung melayu, teror Polda Sumatera Utara, yang secara tidak langsung diopinikan dengan gerakan Islam. Juga, sambungnya, larangan tradisi Takbir Keliling sebagi ungkapan kemenangan dus Syiar Islam. Justru zaman Presiden ke-2 Soeharto, takbir keliling sangat semarak.

“Padahal Kami, Umat Muslim, sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Persatuan dan Kesatuan serta amat menghormati perbedaan dan mencintai Tanah Air,” ulasnya, seraya menambahkan,”Syiar Islam yang kami lakukan adalah untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan serta memperkuat tali silaturahim.” (rinaldi/tri)

Sumber : poskotanews.com

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru