oleh

Senator DKI : Bang Dailami Ada Yang Beda Idul Fithri 1438 H kali ini

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Hari raya idul fitri 1438 H ini terasa ada yang agak berbeda!

Disaat Umat Islam merayakan hari raya dengan penuh suka cita karena telah meraih kemenangan setelah menjalankan ibadah Puasa selama 1 bulan penuh, kebahagiaan tersebut terasa terusik dengan beberapa hal yang mendiskreditkan Islam, yang mulai dirasakan sejak menjelang ramadhan hingga pada hari kemenangan idul fitri 1438 H di tahun 2017 ini.

Mulai dari maraknya kriminalisasi gerakan ulama yang meminta penegakan hukum, Teror Bom dikampung melayu, Teror di Sumatera Utara, yang secara tidak langsung diopinikan dengan gerakan Islam. Juga pelarangan Takbir Keliling yang sudah menjadi tradisi sebagai ungkapan kemenangan dan bagian dari Syiar Islam.

Sekarang hadir kembali sebuah Video dengan judul *”Kau adalah aku yang lain”* yang diunggah Divisi Humas Mabes Polri, yang dengan begitu jelas mempertontonkan *seolah-olah Umat Islam Intoleran, pengajian yang merupakan bagian dari Syiar Islam yaitu pengajian seolah-olah mengangu ketertiban umum dan semena-mena!.* Yang sangat miris dan membuat saya kecewa adalah, Video tersebut *diungah oleh Instansi yang seharusnya memberi rasa aman, nyaman dan tenteram, instansi yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat* tapi kok justru malah berbuat sebaliknya. *Sebagai Senator dan Putra Daerah Jakarta saya sangat menyayangkan segala bentuk tindakan yang jelas-jelas mendikreditkan dan melemahkan Syiar Islam.* Tutur Bang Dailami sapaan Akrab Senator Asal Jakarta Prof. Dailami Firdaus.

*Kami Umat Muslim sangat menjunjung Tinggi Nilai-nilai Persatuan dan Kesatuan.* dan kami *sangat menghormati perbedaan dan mencintai Tanah Air.*

Syiar yang kami lakukan adalah untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan! memperkuat tali silaturahmi .
Islam adalah Agama yang Sempurna dan agama yang tidak membalas atau melakukan hal-hal yang diluar koridor hukum.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Pancoran Lakukan Sambang Dialogis ke Security Perkantoran

Juga yang menjadi catatan saya di hari raya Idul Fitri 1438 H ini. Terkait pelarangan takbir keliling yang disampaikan kepada ummat islam di Jakarta, tentunya tidak tepat kalau dikatakan akan mengganggu ketertiban umum! “Zaman pak Harto hingga SBY takbir begitu semarak!” Artinya seluruh pemimpin negara tidak ada yang melarang Takbir Keliling.
Baru Rezim ini Takbir dan Syiar Islam dilarang.

Saya berharap agar Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih nantinya mampu memberikan rasa keadilan dan tidak melarang takbir keliling lagi. Ini merupakan bentuk syiar islam! Dan ummat islam sy sangat yakin dapat menjaga ketertiban! “Lihatlah bagaimana aksi 212 jutaan orang rumputpun tidak rusak! Tanaman terawat! Kebersihan terjaga!” Ungkap Bang Dailami, panggilan akrab Prof H Dailami Firdaus, putra alm ustadzah Prof Tutty Alawiyah AS.

Masukan saya ke gubernur dan wakil gubernur terpilih nantinya, jangan sampai mengeluarkan intruksi atau peraturan yang seolah-olah lebih berpihak kepada salah satu pihak dan akhirnya menimbulkan kecemburuan sosial bagi pihak lainnya, yang akan berujung kepada hal-hal yang merugikan, terutama dalam perayaan hari besar lainnya.

Karena saya yakin segala bentuk ketidak adilan akan menjadikan celah untuk kehancuran. Point ini harus menjadi catatan agar kenyamanan dan kententraman serta keamanan masyarakat Jakarta dapat terwujud.

Dibulan yang Fitri ini saya Pribadi meminta dan berharap agar tidak ada lagi upaya-upaya mendiskreditkan syiar dan tradisi yang sudah turun temurun dilaksanakan oleh seluruh Umat Islam Indonesia umumnya dan Jakarta Khususnya.

Mari bersama kita saling bahu membahu dan bergandengan tangan menuju Jakarta yang Religius dan Humanis serta menatap Indonesia Sejahtera dan Berkeadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.

Tidak lupa saya Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Tutup Bang Dailami kepada redaksi kicaunews.com

Baca juga :  Silaturahmi RR ke Eko Patrio (DPW PAN)

( A Widhy )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru