oleh

Jelang Pilkada 2018 dan Lebaran Usai, Suhu Politik Kota Tangerang Kian Terasa

TANGERANG (Pos Kota) – Jelang pesta demokrasi pemilihan Walikota dan Wakil Wali Kota Tangerang 2018 kian terasa ditambah Lebaran tahun 2017 sudah lewat membuat suhu politik semakin kencang,  persaingan politik menuju kursi Tangerang satu di 2018 diperkirakan mulai memanas.

Tanda-tanda bakal terjadi persaingan dua petahana, yakni Walikota Arief Rachadiono Wismansyah dengan Wakilnya Sachrudin, sudah terlihat begitu jelas.

Sejumlah sumber menjelaskan, Arief telah merapat ke partai pemenang Pemilu 2014 lalu yang memiliki 10 kursi di parlemen Kota Tangerang, PDIP Sementara Sachrudin merupakan Ketua partai Golkar yang memiliki enam kursi di DPRD Kota Tangerang. Sachrudin jelas masih membutuhkan partai koalisi untuk mengusungnya maju dalam serentak tahun depan.

Sejumlah lobi-lobi politik telah dilakukan kedua tokoh ini, baik kepada partai-partai maupun komunitas. Sementara itu partai -partai lain pun sudah melakukan manuver dengan membuka kesempatan para tokoh melamar untuk dijagokan.

PDIP, PAN telah melakukannya, sementara Gerindra (6 kursi), Demokrat , PKB dan PPP yang masing-masing meliki 5 kursi dan PKS (4 kursi) masih senyap, alias belum jelas siapa yang bakal diusung.

“Persaingan kursi Walikota Tangerang selalu  memerlukan figur penting dari wilayah Barat dan Timur,” ucap Ketua Tim pemenangan Wahidin Halim dalam Pilgub lalu, Rahmat Hidayat yang akrab disapa Pechonk, Rabu (28/6).

https://kicaunews.com/2017/07/03/dpc-gerindra-kota-tangerang-usung-kader-sendiri-di-pilkada/

Sejauh ini sambungnya, Arief memiliki basis dukungan di wilayah barat, sedangkan Sachrudin di wilayah timur. Bila demikian, keduanya harus pandai-pandai mencari pasangan yang bisa memecah dukungan di basis lawan.

Sebenarnya, masih ada figur lain yang disebut-sebut siapa bersaing menuju kursi T1 maupun T2. Sebut saja Abdul Syukur, mantan Ketua DPD II Golkar Kota Tangerang, yang pada Pilkada sebelumnya dikalahkan pasangan Arief-Sachrudin.

Lantas ada nama lain yang sempat disebut-sebut seperti Fadlin, putra Gubernur WH, Ella, legislatif PAN, mantan camat Maryono, Boni Mufijar (PKS) dan lainnya. https://kicaunews.com/2017/04/29/kekalahan-pdi-p-di-pilkada-banten-dan-jakarta-haruskah-terulang/

“Petahana Arief masih menjadi kekuatan besar di Pilkada mendatang,” ucap mantan wakil walikota Tangerang, Deddy Syafei. Sedangkan Sachrudin dinilai memerlukan persiapan lebih sempurna untuk melawan Arief. Sementara itu nama-nama yang muncul sekarang ini, belum cukup menandingi ketokohan kedua petahana.

“Nama yang muncul itu bisa saja untuk posisi T2,” kata Deddy lagi. Namun menurutnya, jika kedua petahana kembali tampil bersama, maka akan sangat sulit membendung mereka kembali memimpin Kota Tangerang 

Sumber : Pos Kota

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru