oleh

REKLAMASI MELANGGAR FITRAH

JAKARTA, KICUANEWS.COM — Dalam momen Idul Fitri seperti saat ini, merenungkan makna fitrah sangat penting untuk menyadarkan siapa sesungguhnya kita. Fitrah dapat kita pahami dalam konteks fitrah manusia, bisa pula fitrah alam ini.

Negara Indonesia diciptakan oleh Allah SWT dengan berbagai kekayaannya. Fitrah negeri ini dapat dipahami dalam tiga hal penting: pertama, Fitrah sebagai negeri bahari karena negeri ini merupakan negeri kepulauan; kedua, fitrah sebagai negeri agraris karena tanah negeri ini menjadi wilayah untuk bercocok tanam aneka sayuran dan buah-buahan serta kebutuhan nabati lainnya; ketiga, fitrah sebagai negeri tropis karena negeri ini memiliki luasan hutan tropis yg luar biasa.

Sayangnya, tak sedikit proyek pembangunan yg dilaksanakan di Indonesia melawan fitrah. Sawah ditanami pabrik-pabrik dan perumaham-perumahan dan hutan-hutan dipaksa menjadi kebun-kebun sawit.

Dalam konteks Pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil, Reklamasi adalah bukti telanjang terhadap fitrah Indonesia sebagai negeri bahari. Betapa tidak, Reklamasi terbukti merusak alam dimana pulau-pulau kecil asli dirusak dan dihancurkan demi membangun pulau palsu atas nama investasi.

Karena ekologi laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil rusak, maka banyak masyarakat pesisir yg kehilangan ruang penghidupan.

Selain Reklamasi, pertambangan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil pesisir juga merupakan bentuk pelanggaran tehadap fitrah negeri ini.

Reklamasi dan pertambangan tak dibutuhkan oleh masyarakat pesisir di Indonesia.

sudah saatnya Reklamasi (dan juga pertambangan) di Seluruh di Indonesia dihentikan karena melanggar fitrah negeri ini.

Penulis : Parid Ridwanudin
(Aktivis Lingkungan Hidup)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru