oleh

Penyerapan APBD Baru 17%, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Butur

BUTON UTARA, KICAUNEWS.COM — Minimnya Penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buton Utara (Butur) pada  triwulan pertama yang hanya mencapai 17 persen mendapat sorotan dari pihak DPRD.

Padahal idealnya, harus menembus angkat 30 persen. Lemahnya serapan anggaran membuat wakil rakyat (DPRD) Butur melayangkan panggilan pada semua kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Butur untuk duduk bersama menggelar  rapat koordinasi di Aula DPRD.

DPRD menyoroti kinerja kepala SKPD yang hanya merealisasikan pendapatan asli daerah yang baru Rp 800 juta dari target Rp 12 miliar.

Seperti dikatakan Wakil Ketua DPRD Butur, Abdul Salam Sahadia, idealnya serapan APBD untuk triwulan pertama berada diangka 30 persen. Politisi Partai Demokrat itu menuding, minimnya serapan anggaran merupakan bukti kepala organisasi perangkat daerah tak profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Salam menegaskan, kepala SKPD yang tak bisa menjalankan tugas seharusnya dievaluasi oleh kepala daerah.

“Olehnya itu, DPRD Butur memanggil seluruh kepala SKPD. Kami minta mereka untuk menjabarkan progres penyerapan anggarannya. Termaksud kontak-kontrak pengerjaan proyek kami minta agar diperlihatkan. Agar diketahui program kerja benar-benar berjalan untuk masyarakat,” tegas Salam Sahadia, seperti diberitakan kendaripos.

Menurutnya, tidak ada alasan untuk menunda-nunda realisasi penggunaan anggaran. Pasalnya, realisasi penggunaan anggaran baru berkisar Rp 100 miliar lebih. Itu pun, hanya untuk membayar gaji pegawai. Terkait pengerjaan infrastruktur yang belum  berjalan maksimal, Abdul Salam memaklumi, jika alasannya karena kondisi alam saat ini.

“Jika nantinya belum juga meningkat, kami akan merekomendasikan pada bupati agar kepala SKPD yang serapan anggarannya baru 11 persen untuk dievaluasi. Tentunya, eksekutif  tidak ingin ada Silpa diakhir tahun,” tandasnya.

Sumber : kendaripos

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru