oleh

Rajut Persatuan dan Kebinekaan, Suatu Keharusan

OPINI, KICAUNEWS.COM – Keamanan, kenyamanan dan ketenteraman dalam bermasyarakat merupakan dambaan, harapan dan juga sebuah kebutuhan masyarakat. Untuk itu, saling menghormati dan menghargai antar sesasama menjadi sebuah keharusan. Sehingga kerukunan antar sesama menjadi sebuah tujuan lahirnya sebuah negeri ini.

Namun sayangnya, di tengah pergulatan media sosial yang semakin sengit dan tak mampu terbedung, tidak sedikit opini yang bermunculan, terutama dalam “broadcast” atau pesan berantai yang belakangan ini, seringkali menjadi sesuatu yang meresahkan banhkan memicu dan memancing pembaca yang tak mampu memfilter atau menyaring informasi tersebut.

Belum lagi kondisi politik dan sosial di negeri ini yang saat ini, sedikit banyaknya, kita simak dan kita tonton. Kebhinekaan dan Persatuan menjadi trend yang terus disuarakan, agar menjaga keutuhan kerukunan antar sesama. Sebab, disadari atau tidak bangsa ini berdiri kuat dan kokoh itu karena adanya persatuan dan adanya rasa saling menghargai antara satu sama lain.

Melihat hal itu, seharusnya bangsa ini tak perlu lagi memperdebatkan kembali soal kebhinekaan dan persatuan. Tugas kita seharusnya, wajib untuk saling bisa menghargai sesama, agar kebinekaan bisa kita rajut dan kita rawat di negeri yang antah berantah ini.

Untuk mengatur hal-hal tersebut, dibutuh serangkaiam regulasi, yang bisa menjadi perekat untuk mengatur segala macam persoalan-persoalan. Sebagai lembaga negara yang sah dan legal, Kepolisian Republik Indonesia, dalam hal ini menjadi ujung tombak, dalam melakukan penegakan hukum di Indonesia. Sesuai dengan yang telah diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002, tentang peran dan fungsi Polisi di Indonesia.

Belakangan ini, kita ketahui, tidak sedikit pemberitaan di media mainstream maupun di media sosial, betapa kerasnya publikasi perpolitikan, terutama pada saat Pilkada DKI Jakarta berlangsung, yang jelas melebar ke daerah-daerah, yang itu tidak menjadi tugas ringan bagi Kepolisian, untuk terus dan tetap menjaga dan mengamankan agar tidak terjadi dengan hal-hal yang diinginkan.

Baca juga :  Pertandingan Sepak Bola Kompetisi Liga 2 Tahun 2019 Antara PSGC Ciamis Vs Blitar Bandung United Fc di Stadion Galuh Ciamis

Persoalan yang terjadi ini, selain menyita waktu dan tenaga, juga menjadi persoalan yang terus menyita perhatian Publik. Tantangan inilah, yang kemudian menjadi momok bagi kepolisan, untuk bisa tampil percaya diri, dan juga bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat.

Saya berani menegaskan, bahwa negeri ini butuh kenyamanan dan ketenangan. Peran dan fungsi Kepolisian sebagaimana yang telah diatur dalam UU, sejatinya harus meberikan keamanan, kenyamanan dan bisa mengayomi masyarakat.

Kepolisian seharunya bisa duduk bersama, dengan seluruh elemen masyarakat, untuk membahas persoalan bangsa, terutama dalam persoalan di ranah hukum. Terutama saat adanya upaya mempelintirkan dan membelokannya ke ranah politik bahkan ranah permainan yang acapkali mendiskreditkan penegak hukum.

Semua pihak harusnya bisa mengedepankan kebersamaan dan menjaga kebhinekaan. Untuk itu, semua pihak juga harus bisa saling rangkul, mewujudkan kenyamanan. Bisa berinteraksi dengan sesama tanpa memandang latar belakang, apalagi dalam masalah agama, suku, ras, etnis maupun yang lainnya.

Bangsa ini harus bisa berpikir lebih besar lagi, sebab, memikirkan bangsa dan negara, adalah suatu keharusan dan kewajiban, bukan hanya oleh pemerintah tapi juga oleh Rakyat. Negara-negara lain, baik negara berkembang maupun negara maju, sudah lari kencang memajukan negerinya hingga mendarat di planet lain. Mari rajut persaudaraan dan kebersamaan menuju kebhinekaan yang sejati. (Ed. Redaksi).

ALFIAN RHAMDANI

Ketua Umum Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Indonesia [GEMPARI].

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru