oleh

Pancasila Harus Jadi Ideologi Final Bernegara

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Diera kepemimpinan Jokowi, kondisi sosial politik terus mengalami gejolak, yang hampir mengarah pada perpecahan, pancasila yang dijadikan sebagai pedoman dan bernegara hampir luntur dan tergerus oleh dinamika politik yang terjadi.

Pacasila adalah hal yang paten dan final untuk bangsa ini, ideologi bangsa indonesia ini lahir dari perenungan yang dalam dari para pemikir bangsa, yang di ambil dari nilai kultur dalam mayarakat. Namun ideologi ini kembali bergejolak saat Pilkada DKI Jakarta berlangsung.

Demikian disampaikan, Penasehat Indonesia Culture Pahmudin Cholik dalam acara diskusi interaktif, Kamis (15/06) yang bertajuk “Pancasila Yes Khilafah No,” yang diselenggarakan di Bakul Tukul Cikini Jakarta Pusat.

“Pancasila kembali bergejolak saat pilkada DKI Jakarta, ada hal yang menggugah perasaan kita sebagai warga negara, politik identitas yang mengarahkan kita berpikir mayoritas dan minoritas, hal demikian seharusnya tidak mewarnai proses kehidupan berbangsa dan bernegara” kata Pahmudin Cholik.

Senada dengan Pahmudin, Razikin Junardi salah satu pembicara dalam diskusi interaktif tersebut menuturkan, ideologi pancasila sudah menjadi ideologi yang final, dalam kehidupan berbangsa, dan ideologi pancasila harus diaktualisasikan, dalam kehidupan bermasayarakat.

“Pancasila harusnya sudah di aktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, dan melihat ada poin yang di anak tirikan dalam pengaktualisasian Pancasila,” kata Razikin.

Razikin sepakat, Indonesia tidak dijadikan sebagai negara Islam. “bahwa saya tidak sepakat dengan Negara Islam di Indonesia.” tegas Razikin.

Hal senada juga disampaikan Muhammad Sofa yang juga jadi narasumber dalam diskusi tersebut menuturkan, pemerintah saat ini telah menghentikan tindakan yang prokatif soal ulama, Soffa mengajak masyarakat berpikiri kritis.

“Pemerintahan saat ini menghentikan tindakan yang propokatif soal ulama, dan yang kedua masyarakat harus mencermati apa yang sedang melanda bangsa ini.” kata Muhammad Soffa.

Baca juga :  Tim Sepak Bola SMPN 3 Rancah Tampil Perdana Di GSI Kabupaten Ciamis

Direktur Lapmi PB HMI ini lebih lanjut menjelaskan, masyarakat harus pandai dan bisa menahan diri dan mencermati apa yang terjadi saat ini.

“Masyarakat harus benar-benar pandai menahan diri, dan mencermati apa yang sedang melanda ulama” jelas, Shofa.

Diketahui, dalam acara diskusi interaktif tersebut, dihadiri oleh beberapa perwakilan OKP, Dan Aktivis Mahasiswa Jakarta Yang di laksanakan pada Pukul 15.30 WIB. samapai menjelang buka puasa. (AH. Red. Group Kicau/Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru